Ojol dan Bentor Diajak Jadi Pelopor Keselamatan, Polres OI Sosialisasikan Operasi Patuh Musi 2026

8

OGAN ILIR, BERITAANDA – Menjelang pelaksanaan Operasi Patuh Musi 2026, Polda Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Polres Ogan Ilir (OI) terus mengintensifkan upaya membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif dan humanis. Salah satunya dengan menggandeng komunitas ojek online (ojol) dan pengemudi becak motor (bentor) sebagai mitra strategis dalam mewujudkan keselamatan transportasi yang berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dikemas dalam program Begesa Bersama Kapolres (BBK) yang dipimpin langsung Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK pada Jumat (5/6/2026) di Kedai Kopi BBK, Kabupaten Ogan Ilir.

Suasana dialog berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan melibatkan para pengemudi ojol, bentor, serta perwakilan komunitas transportasi yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho SIK SH M.Hum, yang menekankan pentingnya pendekatan persuasif dalam membangun kesadaran hukum masyarakat. Sejalan dengan Program Presisi Polri dan kebijakan nasional peningkatan keselamatan transportasi, kepolisian mengedepankan edukasi sebagai langkah preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut, peserta mendapatkan sosialisasi mengenai pelaksanaan Operasi Patuh Musi 2026, termasuk penerapan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai instrumen utama penegakan hukum berbasis teknologi. Petugas juga mengingatkan pentingnya penggunaan helm berstandar SNI, larangan penggunaan pelat nomor tidak sesuai ketentuan, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, serta bahaya berkendara melawan arus yang masih menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan fatal.

Tidak hanya menyampaikan materi edukasi, Polres Ogan Ilir juga membuka ruang dialog untuk menyerap aspirasi dan masukan dari para pengemudi terkait kondisi lalu lintas, keselamatan berkendara, hingga pelayanan kepolisian di lapangan. Pendekatan komunikasi dua arah tersebut mendapat respons positif dari para peserta yang menyatakan kesiapan untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing.

Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menegaskan, bahwa para pengemudi transportasi umum memiliki peran penting dalam membangun budaya tertib berlalu lintas.

“Bapak-bapak ini adalah pahlawan jalanan yang setiap hari berada di tengah aktivitas masyarakat. Karena itu kami memilih berdialog dan memberikan edukasi secara langsung agar tercipta kesadaran bersama tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Tujuan utama kami bukan mencari kesalahan masyarakat, melainkan membangun budaya tertib berlalu lintas dan mewujudkan angka kecelakaan yang terus menurun di wilayah Ogan Ilir,” ujar AKBP Bagus.

Menurutnya, kesadaran berlalu lintas tidak hanya berdampak pada keselamatan pengguna jalan, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat secara keseluruhan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen mendukung program pemerintah melalui terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Edukasi kepada komunitas transportasi menjadi langkah strategis untuk membangun budaya disiplin yang mampu menekan angka kecelakaan sekaligus menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan,” jelas Kombes Pol Nandang. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda