Libur Sekolah Usai, Rehab Gedung Sekolah Ini Malah Belum Kelar!

28
Kondisi rehab sekolah hari ini, Senin (13/7/2026).

OGAN ILIR, BERITAANDA – Peristiwa yang cukup mengundang perhatian terjadi di SMP 4 Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir (OI). Pasalnya, saat masa libur sekolah telah usai dan kegiatan belajar mengajar kembali dimulai, proses rehab gedung sekolah tersebut ternyata masih belum selesai dan pengerjaannya masih berlangsung di tengah aktivitas belajar siswa.

Kondisi tersebut terlihat pada Senin (13/7/2026), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur beberapa pekan. Proyek rehab gedung SMP 4 Rambang Kuang yang berlokasi di Desa Sunur itu masih dalam tahap pengerjaan.

Tiga ruang kelas yang direnovasi, mulai dari kelas VII, VIII hingga IX, hingga kini belum juga rampung pengerjaannya. Padahal, para siswa seharusnya sudah kembali menempati ruang kelas dan mengikuti proses pembelajaran seperti biasa.

“Sangat luar biasa, sungguh tidak terbayangkan. Mana ada persiapan dilakukan setelah acara sudah dimulai. Bagaimana anak-anak mau belajar dengan tenang kalau tempatnya belum siap sama sekali,” ujar seorang warga desa setempat yang meminta namanya disamarkan.

Dalam perbincangannya dengan BERITAANDA, warga tersebut meminta perhatian serius dari Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar, agar dapat mengevaluasi kegiatan pembangunan seperti ini. Menurutnya, proses pengerjaan seharusnya tidak sampai menghambat aktivitas belajar siswa.

Ia juga berharap apabila ditemukan adanya kelalaian, pihak terkait dapat memberikan tindakan kepada pemborong atau pelaksana kegiatan agar persoalan tersebut segera diatasi dan dicarikan solusi terbaik.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 04 Rambang Kuang, Ardius, saat dikonfirmasi pada hari yang sama terkait persoalan tersebut mengungkapkan, bahwa proses belajar mengajar selama berlangsungnya rehab gedung tetap berjalan dengan memanfaatkan ruang lain yang selama ini tidak terpakai.

“Untuk soal rehab gedung, seperti informasi yang kami dapat, sebelum pengerjaan tepatnya pada 25 Juni 2026 lalu, tim dari proyek ini melakukan observasi dan mendokumentasikan lokasi pembangunan. Kemudian berdasarkan informasi di papan proyek, aktivitas pembangunan berlangsung selama 120 hari,” ucapnya saat dihubungi melalui WhatsApp.

Penempatan siswa kelas 9 di ruang kelas lama.

Terkait hal teknis pekerjaan, Ardius mengaku kurang memahami secara detail. Namun, ia memastikan proses belajar mengajar sejauh ini tidak terganggu. Ia mencontohkan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang digelar pada awal masuk sekolah tetap berjalan dengan baik tanpa hambatan.

“Alhamdulillah kegiatan awal sekolah berjalan dengan baik. Kemudian karena ada ruang yang tidak terpakai, kami jadikan sementara tempat belajar bagi murid-murid, yakni ruang perpustakaan dan dua ruang lainnya, sembari menunggu rehab gedung utama selesai dikerjakan oleh pihak proyek atau pemborongnya,” tutup dia. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda