Hasil Pemeriksaan Medis, Sopir Truk yang Ditemukan Meninggal di Banyuasin Wafat karena Serangan Jantung

13

BANYUASIN, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan penanganan kasus penemuan jenazah seorang pengemudi truk di Kabupaten Banyuasin dilakukan secara cepat, profesional, dan transparan. Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian yang diperkuat pemeriksaan medis, korban dipastikan meninggal dunia akibat serangan jantung. Dari hasil pemeriksaan tersebut juga tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa (21/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB di depan Pos Polisi Musi Indah, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin. Menindaklanjuti laporan masyarakat, personel Polsek Betung bersama Unit Identifikasi Satreskrim Polres Banyuasin bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan olah TKP, serta mengevakuasi korban.

Korban diketahui berinisial PAK (51), seorang pengemudi truk asal Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Saat ditemukan, korban berada di dalam truk bernomor polisi DK 8915 CO yang terparkir di lokasi. Selanjutnya, korban dievakuasi ke Puskesmas Betung guna menjalani pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis bersama tim kepolisian, korban dinyatakan meninggal dunia akibat serangan jantung. Pemeriksaan juga memastikan tidak ditemukan luka maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Adapun kondisi tubuh yang telah kaku serta munculnya lebam pada bagian wajah dan perut merupakan proses alamiah pascakematian akibat pembusukan, mengingat korban berada dalam posisi miring di dalam kendaraan dalam kurun waktu tertentu.

Usai proses identifikasi selesai, kepolisian segera berkoordinasi dengan pihak keluarga. Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan secara resmi menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Polres Banyuasin kemudian memfasilitasi seluruh proses administrasi hingga membantu pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino SIK M.Si menegaskan, seluruh tahapan penanganan telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur, mulai dari penerimaan laporan masyarakat, pengamanan TKP, olah TKP, pemeriksaan medis, hingga koordinasi dengan keluarga korban.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta olah tempat kejadian perkara, tidak ditemukan adanya unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban sehingga peristiwa ini murni merupakan musibah akibat kondisi kesehatan,” tegas AKBP Risnan Aldino.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa setiap laporan masyarakat akan selalu ditindaklanjuti secara cepat guna memberikan kepastian informasi sekaligus memastikan setiap peristiwa ditangani secara profesional.

“Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani secara cepat, profesional, dan transparan. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pelayanan, dan kepastian informasi kepada masyarakat. Kami juga mengimbau masyarakat agar segera memanfaatkan layanan Call Center 110 apabila menemukan kejadian darurat atau situasi yang membutuhkan kehadiran kepolisian,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda