Mengenal Shery Rahayu, Calon Ketua Cabang PC PMII Kabupaten OKU

50
Shery Rahayu

BATURAJA-OKU, BERITAANDA – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) telah mengesahkan Shery Rahayu sebagai calon Ketua Cabang PC PMII OKU periode 2022-2023. Ia akan berkontestasi di konferensi cabang (konfercab) ke-XIII dengan satu kandidat lainnya, pada Ahad (6/2) nanti.

Dalam kegiatan konfercab nanti membahas berbagai persoalan internal organisasi serta menentukan pemimpin atau ketua yang terbaik guna melanjutkan estafet kepemimpinan dan bertanggung jawab atas jalannya organisasi kedepan, sesuai dengan visi dan misi yang telah disepakati bersama maupun visi dan misi dari para kandidat.

Masuknya Shery sebagai calon nahkoda PC PMII OKU sebenarnya tidaklah mengagetkan. Pasalnya, diketahui, Ketua KOPRI Cabang Kabupaten OKU itu adalah perempuan yang memiliki segudang pengalaman di organisasi.

Shery menyelesaikan studi S-1 nya di STAI Baturaja dengan mengambil jurusan Ekonomi Syariah.

Perempuan kelahiran Palembang, 17 Juni 1998 ini dikenal sebagai aktivis perempuan muda NU yang energik dan berprestasi.

Aktivis perempuan ini juga memiliki prestasi sebagai Permuda Pelopor Provinsi Sumatera Selatan tahun 2021 dan juga sebagai Wirausaha Muda Berprestasi Provinsi Sumatera Selatan tahun 2021.

Adapun jenjang karir di PMII antara lain Wakil Ketua Rayon Ekonomi Syariah, Ketua Komisariat PMII STAI Baturaja dan saat ini masih menjabat sebagai Ketua Kopri Cabang PMII Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Calon Ketua Cabang PMII Kabupaten OKU, Shery Rahayu memiliki narasi besar untuk membangun organisasi kedepan.

Menurut pandangannya, kaderisasi di PMII harus menekankan pada proses pendampingan yang kuat kepada setiap kader, karena kaderisasi yang kuat akan membentuk PMII OKU yang hebat.

Dan baginya, kompetisi untuk menjadi Ketua PC PMII OKU bukanlah tujuan melainkan pengabdian dalam rangka membangun intelektual profesional dan spirit dalam memanusiakan manusia serta moralitas kader yang menjadi pokok tujuan yang mesti dicapai.

“Konfercab ini bukan ajang perebutan momentum semata, karena seorang pemimpin bukanlah penguasa melainkan ia pelayan yang berkhidmat untuk maslahat ummat,” kata Shery. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda