Lampung Perkuat Ketahanan Wilayah Hadapi Ancaman Multidimensi

2

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menegaskan bahwa penguatan pertahanan negara saat ini tidak lagi semata menjadi tanggung jawab militer, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, hingga generasi muda dalam menghadapi ancaman multidimensi.

Hal tersebut disampaikan Marindo saat mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam pembukaan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia Tahun Akademik 2025–2026 di Balai Keratun Kantor Gubernur Lampung, Selasa (19/5/2026).

“Pertahanan negara hari ini bukan hanya tanggung jawab TNI, tetapi membutuhkan sinergi pemerintah daerah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, hingga generasi muda,” ujar Marindo saat membacakan sambutan Gubernur Lampung.

Menurut Gubernur, tema ‘Strategi Pertahanan Negara di Wilayah Provinsi Lampung dalam Menghadapi Ancaman Multidimensi’ sangat relevan dengan kondisi global saat ini yang diwarnai ancaman siber, disinformasi, konflik geopolitik, penyelundupan narkotika, perdagangan manusia, hingga perubahan iklim.

Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan RI berlangsung di Provinsi Lampung pada 17–22 Mei 2026 dengan melibatkan 59 mahasiswa program magister beserta dosen dan staf Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI. Para peserta melakukan riset, pemetaan wilayah, serta audiensi terkait potensi daerah, ekonomi, dan ketahanan nasional di Lampung.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan posisi strategis Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera yang menghubungkan mobilitas manusia dan distribusi logistik nasional. Keberadaan Selat Sunda, Pelabuhan Bakauheni, Pelabuhan Panjang, serta jaringan Jalan Tol Trans Sumatera dinilai menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan dan stabilitas nasional.

Namun, posisi strategis tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, mulai dari pengawasan distribusi barang ilegal, keamanan jalur perairan, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir, dan cuaca ekstrem. Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat mitigasi dan ketahanan wilayah sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman nonmiliter.

Selain itu, Gubernur juga menyoroti pentingnya ketahanan pangan dan ekonomi dalam mendukung pertahanan negara. Lampung saat ini menjadi salah satu lumbung pangan nasional dengan komoditas unggulan seperti padi, jagung, kopi, tebu, udang, dan singkong. Bahkan, Lampung disebut menyumbang sekitar 70 persen produksi tapioka nasional.

Pemerintah Provinsi Lampung juga terus mendorong hilirisasi pertanian dan pengembangan industri berbasis komoditas unggulan agar nilai tambah ekonomi dapat dirasakan masyarakat. Penguatan konektivitas melalui jalan tol, pelabuhan, dan kawasan industri logistik pun terus dilakukan guna mendukung peran Lampung sebagai Gerbang Sumatera.

Di bidang sumber daya manusia, perhatian pemerintah daerah diarahkan pada penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Langkah tersebut diharapkan mampu menyiapkan generasi muda menghadapi transformasi teknologi dan tantangan global di masa depan.

Sementara itu, Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia, Letjen TNI (Purn) Anton Nugroho, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dan Forkopimda terhadap pelaksanaan KKDN. Ia menilai Lampung memiliki posisi strategis dalam perspektif pertahanan nasional karena menjadi jalur logistik penting sekaligus memiliki potensi besar di sektor pertanian, maritim, dan pariwisata.

Menurut Anton, kondisi geopolitik global yang tidak menentu membuat ancaman terhadap negara berkembang semakin kompleks. Ancaman tersebut tidak hanya berbentuk militer konvensional, tetapi juga perang informasi, ancaman siber, kejahatan lintas negara, hingga gangguan terhadap keamanan maritim dan ketahanan masyarakat.

Ia berharap hasil penelitian mahasiswa selama KKDN dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kebijakan pertahanan negara dan pembangunan ketahanan wilayah di Lampung. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk memahami keterkaitan antara aspek pertahanan, keamanan, pembangunan daerah, dan stabilitas nasional. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda