Lagi, Ratusan Warga Demo Desak Bawaslu OI Diskualifikasi IPA

512
Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAIBPAN) Provinsi Sumatera Selatan kembali gelar demo.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Lembaga Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (LAIBPAN) Provinsi Sumatera Selatan yang dimotori Yongki Ariansyah dan rekan, serta ratusan warga, kembali gelar unjuk rasa di halaman perkantoran KPUD dan Bawaslu Ogan Ilir (OI), Rabu (16/9/2020) siang.

Adapun dalam orasinya, kembali pengunjuk rasa meminta penyelenggara pemilu (KPUD) dan khususnya  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) OI agar tidak meloloskan bakal calon bupati dari petahana, HM. Ilyas Panji Alam (IPA), lantaran diindikasikan melakukan perbuatan yang menguntungkan diri, guna meraih simpati masyarakat dalam pilkada Desember mendatang.

Sebelumya sepekan yang lalu, mereka telah melakukan aksi demo serupa. Kali ini, aksi tersebut ditujukan khusus untuk Bawaslu OI. Mereka menduga ada indikasi calon petahana melakukan aktifitas menguntungkan dirinya atau kampanye terselubung dengan menggunakan anggaran negara maupun dana publik lainnya.

“Seperti misalnya menempel stiker bergambar dia (IPA) di karung beras bantuan untuk masyarakat Ogan Ilir lantaran pandemi Covid-19,” ucap Yongki Ariansyah selaku koordinator dalam aksi tersebut.

Tambah Yongki, selain itu pemecatan 109 tenaga kesehatan RSUD Tanjung Senai juga menjadi atensi mereka, yang mana hal ini merupakan sebuah tindakan yang arogan dari sang bupati. Lalu, terjadi rotasi jabatan dalam masa 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir jabatan, dimana saat itu IPA mengganti jabatan sekretaris daerah (sekda).

Selain itu, lanjutnya, mereka mempertanyakan kapasitas bacalon wakil bupati Endang PU Ishak (EPU)  yang ikutserta dengan Bupati Ogan Ilir ketika ada kegiatan pelantikan kepengurusan karang taruna, seperti yang digelar di Kecamatan Tanjung Batu beberapa waktu lalu.

“Salah satunya juga itu mengajak EPU di kegiatan tersebut. Kami menilai sebuah kampanye terselubung. Untuk itulah, kami mendesak Bawaslu OI untuk memberikan sanksi dan mendiskualifikasi bacalon bupati HM. Ilyas Panji Alam, karena diduga melanggar PKPU No 1 Tahun 2020 Pasal 89. Kemudian, kami meminta adanya ketegasan terhadap penegakan keadilan dan supremasi hukum di Bumi Caram Seguguk ini,” imbuhnya.

Peserta aksi demo mendesak Bawaslu OI agar mendiskualifikasi IPA sebagai bakal calon bupati dari petahana.

Sementara itu, Ketua Bawaslu OI Dermawan Iskandar, dalam keterangannya di depan awak media menyatakan, akan melakukan pemeriksaan mendalam atas berkas yang disampaikan pendemo.

“Terhadap apa yang disampaikan peserta aksi, kami akan melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku. Yakinlah Bawaslu OI akan bekerja dengan profesional, tegak lurus, dan tidak ada intervensi dari pihak manapun. Jika memang ditemukan adanya pelanggaran, tentu akan kita proses,” terangnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda