Kepala Dinas Perdagangan OKI Imbau Pedagang Tak Pakai Timbangan Plastik Oranye

73

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sejak dikeluarkannya sertifikat Pegawai Berhak (PB) dan Cap Tanda Tera (CTT) pada 9 September 2020 lalu, Bidang Kemetrologian di bawah Dinas Perdagangan OKI sudah bisa melakukan tera dan tera ulang mandiri perdana di SPBU 24.306.139 milik PT. Campang Tiga Desa Muara Burnai 1 Kecamatan Lempuing Jaya dengan hasil teranya sesuai standar yang dipersyaratkan.

Kepala Dinas Perdagangan OKI, Sudiyanto Djakfar mengatakan, kedepan akan adakan tera di setiap objek ukur takar timbang dan perlengkapannya (UTTP), baik timbangan yang ada di pasar, timbangan perusahaan, penggilingan padi hingga pengepul karet.

Kedepannya kita akan adakan sidang tera ulang di pasar-pasar agar bisa menjamin ketepatan hasil pengukuran pada timbangan yamg dipakai pedagang di pasar,” kata dia, Kamis (17/9/2020).

“Akurasi hasil timbangan bukan hanya melindungi masyarakat selaku konsumen, tetapi juga melindungi pedagang selaku pelaku usaha agar tidak dirugikan karena akurasi timbanganan yang tidak tepat,” tambah dia.

Selain itu, lanjutnya, kita juga mengimbau pedagang untuk tidak memakai timbangan plastik oranye, karena itu diperuntukkan untuk rumah tangga dan dilarang dipakai dalam jual beli.

“Diimbau semua pedagang harus menggunakan timbangan standar,” kata dia.

Disinggung soal retribusi, meski perdanya sudah ada, namun menurutnya, teknis pemungutan masih diusulkan, sehingga saat ini masih dilakukan sosialisasi.

“Kalau retribusi timbangan pasar Rp2 ribu per unit per tahun yang besarnya Rp10 ribu, sementara timbangan jembatan itu tergantung tonasenya. Untuk pelaksanaan tera setahun sekali, tapi untuk pengawasan 3 bulan sekali,” jelas dia.

Terpisah, Kasi Pelayanan Tera Ulang, Medi Arfandi, ST berharap, setelah ada kewenangan ini, dapat membantu masyarakat secara bertahap melakukan tera dan tera ulang. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda