Kapolda Lampung Buka Bhayangkara Mural Festival 2021 Piala Kapolri di PKOR

43

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Mabes Polri menggelar Lomba Bhayangkara Mural Festival 2021 secara serentak di seluruh Indonesia sekaligus perayaan HUT ke-70 Humas Polri. Polda Lampung memusatkan festival ini di PKOR Wayhalim, Sabtu (30/10).

Kapolda Lampung Irjen Pol Hendro Sugiatno pada saat membuka Festival Mural di PKOR Way Halim mengatakan, Festival Mural ini kita buka hingga sore hari nanti, diikuti sebanyak 20 tim. Satu tim juga kita kirim ke Jakarta untuk mengikuti festival secara nasional.

“Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dalam rangka mendukung kegiatan seni anak muda di Lampung, ” ujar Kapolda.

Dengan adanya festival tersebut, diharapkan juga bakat yang ada pada anak muda khususnya bidang seni dapat tersalurkan.

“Dengan adanya festival ini diharapkan dapat menyalurkan bakat bidan seni anak muda,” terangnya.

Kapolda menambahkan festival yang diadakan tersebut rencana ke depan berlanjut, dalam rangka menggali bakat-bakat anak muda di Lampung. “Ini bukan yang terakhir, mudah-mudahan ke depan akan berlanjut lagi,” ungkap Kapolda.

Sementara Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad menambahkan, ada 27 tim seniman atau pelukis yang mendaftar ke Polda Lampung guna mengikuti lomba mural, namun tim kurator menyaring hingga terpilih 21 tim yang lolos seleksi. Dari 21 tim peserta itu, katanya, lalu diseleksi lagi guna mengikuti lomba mural tingkat pusat di Mabes Polri.

Hasil seleksi tersebut, Polda Lampung mengirimkan lima desain hasil lukisan terbaik yang mengikuti lomba di Mabes Polri.

“Setelah dikurasi, ada satu tim terbaik yang mengikuti lomba mewakili Lampung,” jelas Kabid Humas di PKOR Wayhalim, Bandar Lampung.

Ia juga menjelaskan, lomba mural ini merupakan salah satu upaya Polri dalam menyalurkan kreatifitas anak-anak muda melalui seni lukis yang terkadang mengandung unsur kritik sosial. Sebagaimana amanah Bapak Presiden Joko Widodo (Jokowi), kata Pandra, kritik sosial melalui mural adalah bagian dari demokrasi yang harus dijaga dan dihargai.

“Kita hidup di negara yang demokrasi, jadi kritik sosial melalui mural adalah sesuatu yang harus kita terima,” ungkap Pandra, mengutip Presiden Jokowi.

“Dengan adanya lomba mural ini, para seniman atau pelukis dapat menyalurkan aspirasinya yang dikemas dalam bentuk seni rupa,” paparnya.

“Silahkan mengkritik secara konstruktif sehingga yang dikritik dapat mengerti dan bisa mencari solusinya,” pungkasnya.

Terkait dengan HUT Ke-70 Humas Polri, Pandra mengatakan, Humas Polri merupakan bagian yang tak terpisahkan dari institusi Polri. Humas merupakan ujung tombak terhadap pelayanan kepada masyarakat serta menjalin kemitraan secara harmonis. Keberadaan Humas juga sekaligus memberikan penerangan kepada masyarakat tentang peran Polri yang melayani dan melindungi masyarakat.

“Jadi dengan adanya Humas, apa pun bisa dijelaskan kepada masyarakat sehingga peran Polri benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda