Jejak Empati Helmy Santika yang Tak Pernah Putus Bagi Keluarga Aipda Septa Duipa

1

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Suasana khidmat menyelimuti peringatan 40 hari wafatnya Aipda Septa Duipa pada Jumat (29/5/2026) malam di Jalan Mataram, Kelurahan Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung.

Halaman rumah keluarga almarhum dipenuhi jemaah yang hadir untuk mendoakan sosok polisi yang dikenal berdedikasi dalam tugasnya.

Ditengah rangkaian doa bersama tersebut, hadir Irjen Pol. Helmy Santika didampingi Kombes Pol. Brian Benteng. Keduanya duduk bersila bersama keluarga, tokoh masyarakat, dan warga yang memenuhi lokasi acara. Kehadiran mereka mencerminkan kedekatan emosional yang terjalin antara pimpinan Polri dan keluarga almarhum.

Mantan Kapolda Lampung yang kini menjabat sebagai Perwira Tinggi Itwasum Polri itu memilih berbaur tanpa sekat protokoler. Ia mengikuti seluruh rangkaian doa dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Aipda Septa Duipa.

Bagi keluarga, kehadiran Helmy Santika bukan sekadar kunjungan formal, melainkan dukungan moril yang memberikan kekuatan ditengah suasana duka yang masih terasa.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Irjen Pol. Helmy Santika yang telah meluangkan waktu dan hadir bersama-sama mendoakan almarhum adik kami,” ujar Drs. H. Joharuddin MM, mewakili keluarga besar almarhum.

Hubungan emosional antara Helmy Santika dan keluarga Septa telah terjalin sejak peristiwa kecelakaan yang dialami almarhum saat bertugas di Pelabuhan Bakauheni pada Februari 2024. Ketika itu, Septa mengalami kecelakaan beruntun saat melakukan pemeriksaan kendaraan dalam upaya mencegah peredaran narkoba masuk ke wilayah Lampung.

Saat menjenguk Septa di ruang perawatan, Helmy Santika memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi anggotanya tersebut. Ia menyebut Septa sebagai sosok yang telah menjalankan tugas dengan penuh keberanian dan pengabdian.

“Pahlawan, karena ia tertimpa musibah tepat saat berjuang melindungi masyarakat dari ancaman narkoba,” ujar Helmy saat itu.

Tak hanya memastikan Septa mendapatkan perawatan terbaik, Helmy juga mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk turut mendoakan kesembuhannya. Kepeduliannya bahkan berlanjut hingga menyentuh sisi personal keluarga.

Bersama sang istri, Ny. Lurie Helmy Santika, ia beberapa kali memberikan dukungan moral kepada keluarga, mulai dari masa perawatan hingga berkunjung langsung ke kediaman Septa.

Mella Septa Duipa, istri almarhum, pernah mengungkapkan rasa terima kasihnya melalui media sosial. Ia mengenang bagaimana perhatian dan kehadiran pimpinan Polri turut memberikan semangat bagi suaminya selama menjalani masa pemulihan.

“Ami suka bercanda denganmu agar kamu semangat sembuh. Beruntung kamu seorang ‘kroco mumet’ dikunjungi jenderal,” tulis Mella dalam salah satu unggahannya.

Bagi Mella, perhatian yang diberikan menunjukkan bahwa keluarga besar Polri hadir bukan hanya dalam tugas, tetapi juga dalam situasi sulit yang dihadapi anggotanya.

Meski Aipda Septa Duipa akhirnya berpulang pada 19 April 2026, semangat pengabdian yang ditinggalkannya tetap menjadi inspirasi bagi keluarga dan rekan-rekannya. Keluarga berharap nilai-nilai pengorbanan dan dedikasi yang diwariskannya dapat terus dikenang serta menjadi teladan bagi generasi berikutnya.

“Namamu akan selalu abadi terpatri dalam kesetiaan,” ungkap Mella mengenang sosok suaminya.

Keluarga juga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas pengabdian dan pengorbanannya selama menjalankan tugas negara.

Kehadiran Irjen Pol. Helmy Santika dalam peringatan 40 hari wafatnya Aipda Septa Duipa menjadi simbol bahwa setiap pengabdian yang dilakukan dengan tulus akan selalu dikenang, baik oleh institusi maupun masyarakat yang merasakan manfaat dari dedikasi tersebut. (*)

Bagaimana Menurut Anda