Gus Irawan Serukan ‘Perang’ di Sangkunur: Lawan Rentenir, Kemiskinan, dan Narkoba

1
Bupati Tapsel, Gus Irawan Pasaribu, saat berbicara di Pengajian Akbar BKMT di Kelurahan Sangkunur, Angkola Sangkunur.

TAPANULI SELATAN, BERITAANDA – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) H. Gus Irawan Pasaribu menyerukan ‘perang’ terhadap rentenir, kemiskinan, dan narkoba dihadapan ratusan jamaah Pengajian Akbar Bulanan BKMT Kecamatan Angkola Sangkunur, Senin (22/6/2026).

Dari mimbar pengajian yang dirangkai dengan penyambutan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tersebut, Gus Irawan menegaskan bahwa tiga persoalan itu tidak bisa lagi dianggap sepele karena telah menekan ekonomi keluarga sekaligus mengancam masa depan generasi muda.

“Kita sedang berperang. Perang melawan rentenir melalui KUR Berkah, perang melawan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi, dan perang melawan narkoba yang mengancam masa depan generasi muda,” tegas Gus Irawan di Lingkungan III Baringin, Kelurahan Sangkunur.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan sikap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bahwa perang melawan berbagai persoalan sosial tidak cukup hanya dengan seruan moral, melainkan harus diikuti langkah-langkah konkret di lapangan.

Salah satunya, kata Gus Irawan, adalah memutus ketergantungan masyarakat terhadap pinjaman berbunga tinggi yang selama ini mencekik ekonomi rumah tangga.

Ia menyoroti masih banyak warga yang terjerat pembiayaan berbunga tinggi dari lembaga keuangan mikro maupun praktik rentenir. Kondisi tersebut, menurutnya, tidak boleh dibiarkan karena membuat masyarakat sulit bangkit secara ekonomi.

Untuk itu, Pemkab Tapsel bersama Bank Sumut meluncurkan KUR Berkah, program pembiayaan berbunga rendah yang ditujukan khusus bagi kelompok perempuan pelaku usaha mikro.

Gus Irawan menyebut program tersebut sebagai salah satu senjata untuk memukul praktik rentenir yang selama ini tumbuh di tengah kesulitan ekonomi masyarakat.

Ia bahkan mendorong warga yang masih memiliki pinjaman berbunga tinggi agar segera mengalihkan pembiayaannya ke KUR Berkah sehingga beban cicilan menjadi lebih ringan dan usaha dapat terus berkembang.

“Kalau masih ada pinjaman dengan bunga tinggi, alihkan ke program ini. Jangan takut melunasi pinjaman lama kalau ada jalan yang lebih ringan dan lebih menguntungkan,” katanya.

Tak berhenti pada persoalan pembiayaan, Gus Irawan juga membeberkan agenda besar pemulihan ekonomi Tapsel pascabencana hidrometeorologi 2025.

Pemerintah daerah, kata dia, tengah mendorong program 1.000 kolam ikan, pengembangan 10.000 hektare lahan jagung, serta KUR berbunga nol persen bagi petani dan pelaku usaha.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan harus menjadi mesin pemulihan ekonomi daerah. Seluruh potensi yang ada, termasuk lahan-lahan yang selama ini tidak produktif, harus digerakkan untuk menopang pendapatan masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi lahan tidur yang tidak produktif. Semua harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin Tapsel bangkit lebih cepat dan tumbuh lebih kuat,” ujar Gus Irawan.

Dihadapan jamaah, bupati juga mengingatkan bahwa ancaman besar lainnya datang dari narkoba. Ia menilai narkotika merupakan bahaya serius yang dapat merusak generasi muda apabila tidak dicegah sejak dini.

Karena itu, Gus Irawan menekankan pentingnya pengajian dan pembinaan keagamaan sebagai benteng moral di tengah derasnya pengaruh negatif yang menyasar anak-anak dan remaja.

“Kita harus menjaga anak-anak kita. Pengajian seperti ini menjadi bagian penting dalam membentengi generasi muda dari bahaya narkoba,” ucapnya.

Menurut Gus Irawan, pengajian tidak hanya berfungsi memperkuat keimanan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan, mulai dari tekanan ekonomi hingga ancaman sosial.

Ia mengaku sengaja memanfaatkan momentum pengajian akbar tersebut untuk bertemu langsung dengan warga sekaligus menyampaikan berbagai program pemerintah.

Pada kesempatan itu, Kepala Cabang Bank Sumut Sipirok, Ade Irma Hakim Nasution, menjelaskan bahwa KUR Berkah disiapkan khusus bagi kelompok perempuan pelaku usaha mikro dengan bunga delapan persen per tahun. Skema ini dinilai jauh lebih ringan dibandingkan pinjaman berbunga tinggi yang selama ini banyak beredar di tengah masyarakat.

Tak hanya itu, Bank Sumut juga menyediakan KUR sektor pertanian berbunga nol persen hingga Desember 2026 sebagai dukungan terhadap percepatan pemulihan ekonomi Tapanuli Selatan pascabencana.

Ade Irma menegaskan bahwa petugas bank akan turun langsung ke kelompok-kelompok masyarakat untuk memberikan layanan dan pendampingan sehingga warga tidak perlu repot datang ke kantor bank.

Plt Camat Angkola Sangkunur Rizky Gustoni mengajak masyarakat agar benar-benar memanfaatkan program pembiayaan dan pemberdayaan ekonomi yang telah dibuka pemerintah. Menurutnya, kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi keluarga dan mengurangi ketergantungan terhadap pinjaman berbunga tinggi.

Dukungan terhadap langkah Pemkab Tapsel juga datang dari Ketua BKMT Tapsel, Rosmayanti Ritonga. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah daerah terhadap kegiatan BKMT dan berharap dukungan tersebut terus diperkuat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Rosmayanti juga mendoakan agar Bupati Gus Irawan diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tapanuli Selatan, terutama dalam mempercepat pemulihan daerah pascabencana.

Sementara itu, perwakilan UPTD Samsat Sipirok, Lisa Khairani Ritonga, turut mengingatkan masyarakat agar taat membayar pajak kendaraan bermotor. Ia menjelaskan bahwa 66 persen penerimaan pajak kendaraan bermotor kembali ke daerah dan menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan di Kabupaten Tapanuli Selatan.

Masyarakat yang taat pajak, kata Lisa, juga berkesempatan mengikuti Program Gebyar Pajak Sumut 2026 dengan hadiah mulai dari paket umrah, mobil, emas batangan, hingga berbagai hadiah menarik lainnya.

Pengajian akbar tersebut semakin khidmat dengan tausiyah yang disampaikan Al Ustadz Ardani Siregar. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Hijrah, kata Al Ustadz, bukan sekadar perpindahan secara fisik, melainkan perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku menuju kebaikan.

Ia juga mengingatkan keutamaan Bulan Muharram, termasuk puasa Asyura sebagai salah satu amalan istimewa.

Menutup tausiyahnya, Ustadz Ardani mengajak seluruh jamaah untuk terus berdoa agar Tapsel segera pulih dari dampak bencana dan bangkit menjadi daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Kegiatan Pengajian Akbar Bulanan BKMT Kecamatan Angkola Sangkunur tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Tapsel Irmansyah, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Murni Gus Irawan Pasaribu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Tapsel Ny. Ira Sofyan Adil Siregar, serta Kepala Dinas Pendidikan Efridayanti Pakpahan.

Hadir pula unsur Forkopimcam, BKMT kabupaten dan kecamatan, TP PKK, Kepala KUA, para kepala desa dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi Muslimat NU, Aisyiyah, serta ratusan jamaah dan masyarakat. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda