Ekonomi Sumsel Triwulan 1-2019 Tumbuh 5,68 Persen

448

PALEMBANG, BERITAANDA – Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berdasarkan besaran produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku triwulan I-2019 mencapai Rp108,08 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp75,66 triliun.

Ekonomi Provinsi Sumsel triwulan I-2019 tumbuh 5,68 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 16,81 persen. Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) yang tumbuh sebesar 13,93 persen.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, ekonomi Provinsi Sumsel triwulan I-2019 terhadap triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 0,63 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan yang tumbuh sebesar 10,89 persen. Sementara dari sisi pengeluaran dicapai oleh komponen PK-LNPRT yang tumbuh sebesar 2,36 persen.

“Struktur ekonomi Provinsi Sumatera Selatan triwulan I-2019 dari sisi produksi didominasi oleh lapangan usaha pertambangan dan penggalian sebesar 20,33 persen, diikuti lapangan usaha industri pengolahan sebesar 19,61 persen, serta lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 14,61 persen. Sementara dari sisi pengeluaran didominasi oleh komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) seebsar 67,05 persen, diikuti secara berturut-turut Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 34,17 persen dan ekspor luar negeri sebesar 13,12 persen,” ujarnya, Senin (6/5/2019).

Dilanjutkan Endang, indeks tendesi konsumen Provinsi Sumatera Selatan triwulan I-2019 pada nilai ITK sebesar 99,98 persen. Artinya kondisi ekonomi konsumen Sumatera Selatan tidak mengalami perbaikan dibandingkan triwulan IV-2018. Tingkat optimisme konsumen triwulan I-2019 lebih rendah dibandingkan  triwulan IV-2018 yang sebesar 105,66 persen.

“Kondisi ekonomi konsumen pada triwulan I-2019 dipengaruhi oleh peningkatan volume konsumsi rumah tangga (nilai indeks sebesar 106,35 persen) dan relatif tidak berpengaruhnya inflasi terhadap konsumsi rumah tangga (nilai indeks sebesar 105,46 persen). Namun pendapatan rumah tangga cenderung menurun dibandingkan triwulan sebelumnya (nilai indeks 94,39 persen),” ungkapnya.

itambahkan Endang, indeks tendensi konsumen (ITK) mendatang sebesar 118,52 persen. Berarti kondisi ekonomi konsumen pada triwulan II-2019 diperkirakan mengalami perbaikan dengan tingkat optimisme yang jauh lebih tinggi dari triwulan I-2019. Pada triwulan II-2019, konsumen optimis pendapatannya akan meningkat (nilai indeks 134,56 persen), tetapi konsumen sedikit menahan pembelian barang tahan lama (indeks 90,41 persen).

Kondisi ekonomi konsumen tujuh dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera, yaitu Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Jambi, Provinsi Bengkulu, dan Provinsi Sumatera Utara meningkat pada triwulan I-2019.

Sedangkan kondisi ekonomi konsumen Provinsi Lampung, Provinsi Riau dan Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan I-2019 menurun dibanding triwulan sebelumnya. Diantara seluruh provinsi di Pulau Sumatera, maka nilai ITK kini Provinsi Sumatera Selatan adalah nomor 8 tertinggi.

“Secara nasional, ITK pada triwulan I-2019 bernilai di atas 100 (ITK = 104,35 persen) yang berarti bahwa kondisi ekonomi konsumen nasional pada triwulan I-2019 relatif lebih baik dibandingkan triwulan IV-2018. Tingkat optimisme konsumen pada triwulan I-2019 lebih rendah dibandingkan triwulan IV-2018 (nilai ITK 110,54 persen). Pada triwulan I-2019, ITK Provinsi Sumatera Selatan berada di bawah ITK nasional. ITK tertinggi terdapat di Provinsi DI. Yogyakarta sebesar 115,55. ITK Provinsi Sumatera Selatan menduduki urutan ke-25 secara nasional,” terang Endang.

Endang juga menambahkan, keadaan ketenagakerjaan Sumsel di bulan Februari 2019 untuk jumlah angkatan kerja sebanyak 4,34 juta orang, berkurang sebanyak 28,6 ribu orang atau turun sebesar 0,66 persen dibandingkan Februari 2018.

“Jumlah penduduk yang bekerja di Provinsi Sumatera Selatan pada Februari 2019 mencapai 4,17 juta orang, berkurang sebanyak 26,2 ribu orang atau turun sebesar 0,63 persen dibandingkan keadaan Februari 2018,” jelasnya.

Endang juga mengatakan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Sumatera Selatan pada Februari 2019 mencapai 3,99 persen, mengalami penurunan dibandingkan Februari 2018 sebesar 4,02 persen atau turun 0,03 persen.

Selama periode Februari 2018-Februari 2019 terdapat 7 lapangan usaha mengalami peningkatan penyerapan penduduk bekerja, yaitu pertanian, pertambangan, listrik, gas dan air, perdagangan, angkutan dan komunikasi, aktivitas keuangan dan real estate, dan jasa lainnya.

Berdasarkan jumlah jam kerja keadaan di bulan Februari 2019, dari 4,17 juta penduduk yang bekerja sebanyak 2,65 juta orang atau sebesar 63,53 persen bekerja di atas 35 jam per pekan. Sedangkan penduduk bekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari sama dengan 7 jam per pekan mencapai 90,5 ribu orang atau sebesar 2,17 persen

“Keadaan di bulan Februari 2019, penduduk bekerja berpendidikan tamat SD ke bawah masih mendominasi penyerapan lapangan kerja sebesar 43,12 persen,” tutup Endang. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda