Dugaan Pungli di SMPN 2 Sembawa, Ini Penjelasan Kepala Sekolah

118

PANGKALAN BALAI-BANYUASIN, BERITAANDA – Dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, praktik pungutan liar (pungli) jual beli kursi diduga terjadi di SMPN 2 Sembawa Kabupaten Banyuasin.

Indikasi pungli ini dikatakan oleh orangtua murid yang tidak mau disebutkan namanya.

Ia mengatakan, dirinya diminta menyerahkan uang sebesar Rp 500 ribu kalau anaknya mau masuk ke SMPN 2 Sembawa.

“Setiap orangtua wali murid diwajibkan setor Rp 500 ribu ke pihak sekolah,” jelas dia, Ahad (19/6).

Ketika tim BERITAANDA menelusuri dugaan pungli jual beli bangku sekolah ini, Kepala Sekolah SMPN 2 Sembawa Suardi S.Pd melalui pesan WhatsApp (WA) menjelaskan, bahwa dirinya tidak pernah memerintahkan bawahannya untuk mengadakan pungutan sebesar Rp 500 ribu.

“Demi Allah saya tidak meminta uang tersebut,” tegas dia.

Ia pun tidak tahu kalau ada bawahannya yang meminta uang yang dimaksud. “Kalau memang ada, itu tanpa sepengetahuan saya. Itu saya tidak tahu-menahu,” tambah dia.

Ia juga mengaku baru bertugas di SMPN  2. Sebelumnya bertugas di Tungkal Ilir.

Pada tahun ajaran 2022 ini, SMPN 2 Sembawa Kabupaten Banyuasin menerima siswa-siswi sebanyak 256 orang. (Andi)

Bagaimana Menurut Anda