Diterkam Buaya Saat Mencari Rumput, Warga Banyuasin Hilang

15
Ilustrasi.

PANGKALAN BALAI-BANYUASIN, BERITAANDA – Peristiwa buaya menerkam manusia kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin, Senin (19/4). Korbannya kali ini adalah Umar Buhari (50), warga Desa Santan Sari Kecamatan Sumbawa, yang dikabarkan tewas diterkam buaya ketika sedang asik mencari rumput untuk pakan ternaknya.

Peristiwa bermula ketika korban bersama dua rekannya, Nursalim (45) dan Galih Saputra (15), berangkat dari rumah di Desa Santan Sari sekitar pukul 08.00 WIB. Setibanya di Parit Sekunder Desa Sako Makmur, mereka langsung mencari rumput untuk makanan ternak. Mereka bertiga mencari rumput dengan berjarak tiap orang lebih kurang 5 meter.

Kemudian pada pukul 09.00 WIB, saksi Nursalim mendengar korban berteriak minta tolong. Mendengar teriakan korban minta tolong, Nursalim dengan spontan langsung menuju ke arah korban. Dan terlihat tangan korban sudah digigit buaya. Korban berusaha melepaskan tangan dari gigitan buaya itu, tetapi tarikan buaya lebih kuat.

”Saya mendengar teriakan korban, langsung berlari menuju korban. Melihat tangan korban sudah digigit buaya, saya berusaha menolong dengan cara membacok buaya yang menggigit korban. Tetapi apa daya, korban tetap berhasil ditarik buaya ke bawah kumpai yang berada di Parit Sekunder,” ujar Nursalim.

Tak lama berselang, warga mulai berdatangan untuk menolong. Di bawah Komando Babinsa Desa Sako Makmur, Sertu Supriyanto, bersama Babinsa Desa Santan Sari, Serma Sidik, dan Ketua Tim TRC BPBD Banyuasin Ricky Hardiansyah, mengumpulkan keterangan dan saksi-saksi. Kemudian mencari keberadaan korban yang dibawa buaya ke sungai tempat kejadian perkara.

Sekarang, Babinsa bersama Tim TRC BPBD Banyuasin dibantu kades dan warga masih mencari korban.

Untuk mempermudah proses pencarian, Babinsa dan Ketua Tim TRC BPBD berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk meminjam alat berat pada PT KAM guna membantu pencarian korban.

Saat dikonfirmasi, Ketua Tim TRC BPBD Banyuasin Ricky Hardiansya mengatakan, buaya sempat muncul dua kali ke permukaan parit dengan posisi korban masih di mulut buaya.

“Karena banyak masyarakat yang melihat buaya kembali membawa korban ke bawah kumpai yang ada di Parit Sekunder yang ada di Desa Sako Makmur. Pihak PT KAM mau membantu membersihkan kumpai yang ada di parit, tetapi karena ada kerusakan alat dan hari sudah menunjukkan pukul 17.00 WIB, maka pencarian korban akan dilanjutkan Selasa,” ujar Ricky.

Sampai berita ini ditayangkan, Selasa [20/4], korban masih belum diketemukan. Sebab, korban dibawa buaya ke bawah kumpai yang berada di Parit Sekunder tersebut. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda