BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN bagi Masyarakat di Daerah 3T

15

JAKARTA, BERITAANDA – BPJS Kesehatan terus memperluas akses layanan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk penduduk yang tinggal di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Untuk menjawab tantangan keterbatasan akses di daerah 3T, BPJS Kesehatan menghadirkan berbagai inovasi layanan, diantaranya Virtual Office Layanan Informasi dan Administrasi (VIOLA) serta layanan jemput bola melalui BPJS Keliling.

VIOLA merupakan layanan administrasi berbasis video conference yang memungkinkan masyarakat terhubung langsung secara real time dengan petugas BPJS Kesehatan tanpa harus datang ke kantor layanan. Melalui kanal ini, peserta dapat memperoleh layanan administrasi kepesertaan JKN, informasi program, hingga penyampaian pengaduan.

Dalam pelaksanaannya, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan daerah untuk menyediakan fasilitas VIOLA disejumlah lokasi strategis, seperti fasilitas kesehatan, kantor desa, kelurahan, kecamatan, sekolah, serta pusat pelayanan publik lainnya.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan VIOLA telah dimanfaatkan sebanyak 218.729 kali. Puskesmas menjadi lokasi yang paling banyak digunakan untuk layanan tersebut, dengan jenis layanan yang paling sering diakses berupa informasi dan perubahan data Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) menjadi kelompok yang paling banyak memanfaatkan layanan VIOLA.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito mengatakan, bahwa transformasi digital layanan JKN perlu disesuaikan dengan kondisi setiap wilayah. Menurutnya, masih terdapat daerah yang menghadapi kendala dalam penerapan layanan digital, seperti keterbatasan jaringan komunikasi dan data (jarkomdat), kondisi geografis, serta kemampuan masyarakat dalam mengakses teknologi.

“Tidak semua wilayah dapat mengadopsi layanan digital karena berbagai keterbatasan. Karena itu, selain mengembangkan kanal digital, BPJS Kesehatan juga mengoptimalkan layanan jemput bola melalui BPJS Keliling,” ujar Pujo.

Melalui BPJS Keliling, masyarakat dapat memperoleh berbagai layanan, mulai dari informasi Program JKN, pengurusan administrasi kepesertaan, hingga penyampaian pengaduan.

Optimalisasi VIOLA dan BPJS Keliling menjadi bagian dari implementasi Layanan Ujung Negeri (LANURI), salah satu program dalam Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan.

“Hari ini kita melaksanakan LANURI secara serentak di 558 titik kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan melibatkan 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan,” kata Pujo saat acara launching LANURI dan Closing Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi, Senin (13/7/2026).

Dari total 558 titik tersebut, sebanyak 179 titik menghadirkan layanan BPJS Keliling, sementara 379 titik lainnya menyediakan layanan VIOLA.

“Harapan kami, LANURI dapat semakin memudahkan akses layanan JKN bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun daerah dengan keterbatasan akses akibat kondisi geografis,” ujar Pujo didampingi Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto.

Dalam kesempatan tersebut, Pujo juga menyampaikan capaian pelaksanaan Quick Wins 100 Hari Kerja Direksi BPJS Kesehatan yang telah mencapai 91,53 persen.

Program Quick Wins terdiri atas empat program Customer Centric dan empat program Collaborative. Program Customer Centric dikembangkan berdasarkan kebutuhan serta aspirasi peserta JKN, sementara Program Collaborative dilakukan melalui penguatan sinergi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan layanan.

Sejumlah program yang telah berjalan antara lain JKN 3T melalui kerja sama pengoperasian kapal bantu rumah sakit dan pengiriman tenaga kesehatan ke daerah terpencil, P-Care MBG untuk mendukung pemantauan kesehatan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta tumbuh kembang siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta Eliminasi Inefisiensi melalui penerapan intelligence claim guna meningkatkan efisiensi pembiayaan JKN sekaligus mencegah potensi kecurangan (fraud).

“Masih terdapat sejumlah poin yang terus kami proses bersama para pemangku kepentingan terkait,” jelas Pujo.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi, Panel Barus, mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan dalam memperluas akses layanan JKN bagi masyarakat di wilayah 3T.

Menurutnya, VIOLA dan BPJS Keliling merupakan inovasi penting untuk mendekatkan layanan administrasi JKN kepada masyarakat yang menghadapi kendala transportasi maupun keterbatasan infrastruktur digital.

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini. Jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar hingga tingkat desa dan kecamatan di seluruh Indonesia dapat mendukung pelaksanaan VIOLA maupun BPJS Keliling,” katanya.

Panel menambahkan, pihaknya akan mendorong pengurus koperasi di daerah 3T untuk ikut mendukung pelaksanaan LANURI agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Dukungan serupa disampaikan Kepala Pusat Kesehatan TNI, dr. Hadi Juanda. Ia menyebut pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah 3T yang menghadapi keterbatasan akses, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

Menurutnya, LANURI dapat menjadi salah satu upaya strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Jaringan pelayanan kesehatan TNI di berbagai wilayah Indonesia dapat mendukung pelaksanaan program, antara lain melalui mobilisasi tenaga kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, serta pengoperasian kapal rumah sakit untuk melayani masyarakat di wilayah kepulauan.

Selain itu, dukungan juga dapat dilakukan melalui keterlibatan sekitar 76.000 personel Babinsa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. (*)

Bagaimana Menurut Anda