Bermimik Pantomim, 2 Orang Pendukung Ilyas-Endang Demo KPUD OI

173
Bermimik pantomim, 2 orang yang mengatasnamakan relawan Ilyas-Endang demo KPUD dan Bawaslu OI.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Tak seperti aksi yang sering terlihat di Kabupaten Ogan Ilir (OI), yang biasanya berjumlah puluhan ataupun ratusan peserta. Kali ini pemandangan tak biasa terlihat di depan pintu gerbang kantor KPUD dan Bawaslu OI, dimana ada 2 orang yang menamakan diri Mr.Y dan Mr.O, gelar unjuk rasa, Rabu (14/10/2020) siang.

Dalam orasi yang terdengar lewat pengeras suara, kedua orang yang mengatasnamakan diri dari perwakilan relawan pasangan Ilyas-Endang ini menyampaikan beberapa tuntutan. Menurut mereka,  keputusan diskualifikasi yang dikeluarkan oleh KPUD OI membuat kegaduhan politik di Bumi Caram Seguguk. Mereka pun meminta penyelenggara pilkada tersebut harus bertanggung jawab bila kemudian hari terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

“Jika paslon Ilyas-Endang tertangkap memakai narkoba wajar didiskualifikasi,” ucap salah satu dari dua orang ini yang wajah mereka disamarkan seperti mimik wajah pantomim.

Mereka juga meminta agar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan komisioner KPUD-Bawaslu, serta mengecek seluruh harta kekayaan yang dimiliki oleh komisioner KPUD-Bawaslu OI.

Selain menyampaikan tuntutan, relawan tersebut juga mengancam akan menduduki kantor KPUD-Bawaslu OI dengan menurunkan ribuan massa dari seluruh penjuru desa di Ogan Ilir.

Setelah menyampaikan tuntutannya, kedua relawan Ilyas- Endang memberikan Alquran kepada Kapolres OI AKBP Imam Tarmudi, serta 2 tikus berwarna putih diberikan ke KPUD OI dan 2 ekor lagi ke Bawaslu OI. Aksi teatrikal ini berjalan dengan damai.

Menanggapi tuntutan dari kedua relawan Ilyas-Endang, Rusdi Daduk yang didampingi Ketua KPUD OI Massuryati mengatakan, apa yang disampaikan adalah hal biasa dalam berdemokrasi. Setiap masyarakat berhak menyampaikan pendapat di depan khalayak umum.

“Kami mengapresiasi sejumlah tuntutan tersebut terkait tuduhan KPUD main mata. Itu hak mereka menyampaikan pendapat. Kita bekerja secara profesional dan tidak berpihak kepada pasangan manapun,” jelasnya saat ditemuai sejumlah awak media di depan kantor KPUD OI. (Red)

Bagaimana Menurut Anda