INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Warga dari beberapa desa di Kecamatan Tanjung Batu Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendatangi awak media untuk konsultasi perihal yang baru saja dialami keluarganya, Kamis (10/6).
Salah satu perwakilan keluarga pasien yang tidak mau namanya disebutkan, menceritakan sekelumit keluhan yang dialami dia dan keluarganya pasca berobat kepada SM [inisial], oknum perawat yang membuka praktek di rumahnya.
“Saya keberatan dengan biaya yang diminta oleh oknum perawat tersebut. Kami sudah tiga kali datang berobat dengan SM, biaya yang kami keluarkan sangat tidak wajar,” katanya.
Dijelaskannya, dia dan keluarganya harus membayar Rp 850.000 untuk biaya berobat kepada SM tersebut. Sebenarya, dirinya sudah mengingatkan orang tuanya untuk tidak lagi berobat pada SM di Desa Tanjung Pinang tersebut.
“Namun orang tua saya tetap ngotot mau berobat pada SM. Terakhir kami datang usai diperiksa, disuntik dan diberi obat. Lagi-lagi kami sekeluarga kaget dengan biaya yang dipatok oleh SM sebesar Rp 250 ribu,” jelasnya.
Menurut dia, obat yang diberikan oleh SM sama seperti obat di apotik yang harganya tidak mahal. Dirinya menilai banyak kejanggalan yang ditemui saat mendampingi orang tuanya, seperti obat yang akan disuntikkan tidak diperlihatkan kepada keluarga pasien.
“Berobat ke dokter saja tidak semahal ini biayanya. Bahkan untuk biaya berobat kami dapat dari berhutang pada tetangga,” pungkasnya.
Salah satunya warga lainnya, M, mengakui kalau berobat pada SM memang mahal. “Saya pernah berobat dan dipatok biaya lebih dari Rp50.000. “Kalau dengan perawat atau bidan lain di desa kami paling tinggi Rp 25.000,” ungkapnya.
Menanggapi laporan serta aduan dan keluh kesah warga ini, sejumlah wartawan dan LSM di OI akan melaporkan masalah tersebut kepada instansi terkait, terutama perihal surat izin kerja (SIK) perawat dan surat izin praktek perawat (SIPP).
Hingga berita ini dirilis, beberapa awak media dan LSM telah mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada SM. Begitupun konfirmasi via WhatsApp pun tak kunjung dibalas.
Saat tiba di rumah sekaligus tempat praktek yang bersangkutan, SM sedang tidak ada di rumah. “Dia lagi bekerja di RSUD OI pak,” terang tetangga SM kepada awak media. (Tim)






























