38 Siswa di Air Sugihan Dirawat Usai Konsumsi MBG, Dinkes OKI Tunggu Hasil Lab

0

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian setelah puluhan siswa dari tiga sekolah mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 38 siswa dari SD Negeri Bandar Jaya, SMP Negeri Bandar Jaya, dan MI Nurul Huda mengalami keluhan kesehatan sehingga harus mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Air Sugihan Jalur 25.

Kepala Puskesmas Air Sugihan Jalur 25, Sentot, membenarkan adanya puluhan siswa yang menjalani perawatan. Menurutnya, kondisi para siswa kini terus membaik.

“Alhamdulillah, seluruh siswa yang mendapat penanganan medis kini kondisinya semakin membaik. Kami terus melakukan pemantauan agar tidak muncul keluhan lanjutan,” ujar Sentot, Rabu (29/7/2026).

Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, pihak Puskesmas telah mengambil sampel MBG dan mengirimkannya ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan.

“Sampel makanan sudah kami kirim. Kemungkinan hasil uji laboratorium baru keluar sekitar satu pekan lagi,” katanya.

Sementara itu, beredar informasi bahwa dapur penyedia MBG yang memasok makanan ke sekolah-sekolah tersebut berkaitan dengan seorang anggota DPRD Kabupaten OKI.

Saat dikonfirmasi, Sentot membenarkan informasi tersebut. Namun, anggota DPRD Kabupaten OKI, Budiman, membantah bahwa dapur MBG tersebut merupakan miliknya.

“Saya tidak punya dapur,” tegas Budiman.

Budiman juga mengaku belum mengetahui adanya insiden yang dialami para siswa. “Saya juga belum tahu,” ujarnya singkat.

Ketika dimintai tanggapan lebih lanjut terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami para siswa, Budiman memilih tidak memberikan komentar dengan alasan sedang kurang sehat.

Disisi lain, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Alamsyah, melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Susmiyati M.Kes menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan penyebab kejadian tersebut karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Belum bisa dipastikan sebagai keracunan karena hasil laboratorium belum keluar. Tidak semua siswa mengalami keluhan, sehingga kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan,” jelas Susmiyati.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten OKI Ahmad Maliki ST berharap, insiden ini menjadi bahan evaluasi bagi seluruh penyelenggara program MBG, khususnya dalam menjaga standar kebersihan dapur, proses pengolahan, hingga distribusi makanan.

“Kami berharap pengelola dapur lebih berhati-hati dan benar-benar menjaga higienitas dapur maupun kualitas makanan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.

Insiden tersebut juga mendapat perhatian anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Jauhari A.Ma. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta seluruh penyelenggara program MBG mengutamakan keselamatan peserta didik diatas kepentingan lainnya.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menghimbau seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG agar bekerja dengan sungguh-sungguh, mengedepankan niat baik, menjaga kualitas makanan, serta tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami puluhan siswa tersebut masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan yang telah dikirim oleh petugas kesehatan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda