Wakapolda Sumsel Buka Lomba Polisi Cilik 2026, Cetak Generasi Emas Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

9

PALEMBANG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter generasi muda melalui pendidikan disiplin, kepemimpinan, dan budaya tertib berlalu lintas. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan Lomba Polisi Cilik (Pocil) tingkat Polda Sumatera Selatan tahun 2026 yang secara resmi dibuka oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana SIK M.T.C.P, di Golden Sriwijaya Building Palembang, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 tersebut mengusung tema ‘Polri Untuk Masyarakat’.

Sebanyak 17 tim Polisi Cilik dari seluruh Polres dan Polrestabes jajaran Polda Sumsel turut ambil bagian dalam kompetisi yang menampilkan keterampilan baris-berbaris, formasi, kedisiplinan, kreativitas, dan kekompakan sebagai wujud pembentukan karakter pelopor keselamatan berlalu lintas.

Program Polisi Cilik merupakan salah satu bentuk pembinaan generasi muda yang telah lama menjadi bagian dari pendidikan lalu lintas Polri. Melalui pendekatan edukatif dan humanis, anak-anak diperkenalkan sejak dini pada nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kerja sama, serta kepatuhan terhadap aturan hukum. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam menyiapkan Generasi Indonesia Emas 2045 yang berintegritas, berkarakter, dan berbudaya tertib.

Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara kepolisian, sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas. Para peserta tidak hanya dibina menjadi teladan di lingkungan sekolah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mengajak keluarga dan masyarakat untuk semakin disiplin dan peduli terhadap keselamatan di jalan raya.

Membacakan sambutan Kapolda Sumsel, Wakapolda menegaskan bahwa pembinaan Polisi Cilik merupakan investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

“Polisi Cilik bukan sekadar kegiatan lomba, melainkan proses pembentukan karakter generasi penerus bangsa. Melalui disiplin, kepemimpinan, dan budaya tertib berlalu lintas yang ditanamkan sejak usia dini, kita sedang menyiapkan anak-anak yang kelak menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap keselamatan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Maesa Soegriwo SIK SH mengatakan, bahwa pendidikan keselamatan berlalu lintas harus dibangun secara berkelanjutan sejak usia dini.

“Lomba Polisi Cilik menjadi media edukasi yang efektif untuk menanamkan budaya tertib berlalu lintas kepada anak-anak. Harapan kami, mereka tumbuh menjadi pelopor keselamatan yang mampu memberikan contoh positif di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan, bahwa pembentukan karakter generasi muda merupakan bagian dari strategi jangka panjang Polri dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.

“Keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pendidikan karakter. Polisi Cilik adalah investasi sosial yang sangat penting untuk menanamkan nilai disiplin, kepatuhan terhadap aturan, serta kepedulian terhadap sesama sejak usia dini. Polda Sumsel akan terus menghadirkan program-program edukatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda