Uang Muka KPR Nol Persen, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

31

PALEMBANG, BERITAANDA – Bank Indonesia (BI) menggulirkan kebijakan uang muka nol rupiah yang mulai berlaku 1 Maret menjadi angin segar bagi bisnis property, karena membuka peluang masyarakat memiliki rumah lebih mudah.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel Zewwy Salim mengatakan, kebijakan ini diharapkan bisa memberikan semangat pengembangan menyediakan lebih banyak properti lagi, apalagi di Sumsel sediri kebutuhan rumah (backlock) masih banyak. Dibutuhkan sekitar 530 ribu rumah tapi yang tersedia saat ini baru 10 ribu saja, sehingga masih banyak yang harus dipenuhi.

“Kebijakkan ini sudah tepat dan REI mendukung sepenuhnya, namun kembali lagi pada perbankan karena tidak semua perbankan menggulirkan kebijakan ini karena tetap menerapkan prinsip kehati-hatian,” ujar Zewwy ketika dikonfirmasi, Selasa (2/3).

Zewwy mengatakan, kebijakan diharapkan bisa membangkitkan industri properti merupakan bisnis yang luas dampaknya karena bisnis ini memiliki 17 hubungan industri langsung dan 176 industri turunannya. Jika semuanya terhambat, maka bisa dibayangkan betapa luas dampaknya. Begitu juga sebaliknya jika tidak ada hambatan maka semua sektor industri yang terkait properti ikut terseret naik dan membuat pertumbuhan ekonomi ikut terkerek.

Sementara itu, Kepala Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah Palembang, Irwan Gumilar mengatakan, kebijakan uang muka Rp 0 tersebut belum bisa dilakukan BTN karena masih melihat kondisi ekonomi saat ini, sebab perbankan harus tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaan.

Irwan mengatakan kebijakan restrukturisasi kredit tahun lalu cukup banyak jumlahnya baik rumah MBR ataupun rumah komersil. Meski secara kuantitas memang lebih banyak nasabah rumah MBR yang mengajukan restrukturisasi kredit.

“Sekarang belum kita salurkan pembiayaan nol persen itu dan sampai kapannya belum tahu, karena saat ini masih fokus pada restrukturisasi KPR,” ujar Irwan. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda