Tegur Penyerobot Antrean Solar, Sopir Truk Tewas Dikeroyok di Palembang

18

PALEMBANG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel) memastikan penanganan secara serius dan menyeluruh terhadap kasus dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan seorang sopir truk meninggal dunia di kawasan SPBU Jalan Noerdin Pandji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Kota Palembang, Selasa (2/6/2026) malam.

Peristiwa tersebut diduga berawal dari perselisihan terkait antrean pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang berujung pada aksi kekerasan hingga merenggut nyawa korban.

Korban diketahui berinisial YF (33), seorang sopir truk yang saat itu tengah mengantre untuk mengisi BBM di SPBU Jalan Noerdin Pandji.

Berdasarkan keterangan saksi, perselisihan bermula ketika sebuah kendaraan diduga menyerobot antrean. Korban yang menegur tindakan tersebut kemudian terlibat cekcok dengan salah seorang pelaku hingga berujung perkelahian di area pintu keluar SPBU.

Pertikaian sempat dilerai oleh sejumlah sopir dan warga yang berada di lokasi sehingga situasi kembali kondusif. Namun sekitar 30 menit kemudian, salah seorang pelaku kembali bersama sejumlah rekannya yang diperkirakan berjumlah tujuh orang dengan menggunakan sepeda motor.

Kelompok tersebut kemudian diduga melakukan penyerangan terhadap korban menggunakan senjata tajam. Korban berusaha menyelamatkan diri dengan mengendarai truknya meninggalkan lokasi, namun terus dikejar oleh para pelaku. Dalam kondisi mengalami luka serius, truk yang dikemudikan korban akhirnya berhenti di seberang SPBU setelah menabrak.

Tidak lama kemudian, para pelaku kembali diduga melakukan penganiayaan terhadap korban hingga terkapar tidak sadarkan diri. Korban selanjutnya dievakuasi oleh rekan-rekannya dan sejumlah warga ke Rumah Sakit Myria Palembang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan meninggal dunia akibat sejumlah luka tusuk pada bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan.

Mendapatkan laporan kejadian tersebut, personel piket Pawas, Unit Reskrim, dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Sukarami segera mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan kepolisian awal. Petugas mengamankan tempat kejadian perkara, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Penyidik juga telah mengamankan satu unit truk milik korban sebagai barang bukti. Saat ini Satreskrim Polrestabes Palembang masih melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang telah teridentifikasi.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana SIK menegaskan, bahwa penyidik terus bekerja untuk mengungkap kasus tersebut dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat.

“Kami telah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan keterangan saksi. Tim di lapangan masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami pastikan seluruh pihak yang terlibat akan dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku,” tegas AKBP Musa Jedi Permana.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan komitmen Polda Sumsel untuk mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional, objektif, dan transparan.

“Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan transparan. Tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan yang mengancam keselamatan masyarakat. Polda Sumatera Selatan bersama Polrestabes Palembang akan mengusut tuntas perkara ini hingga seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya.

Kabid Humas juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mempercayakan proses penanganan perkara kepada aparat kepolisian serta segera melaporkan apabila mengetahui keberadaan para pelaku atau memiliki informasi yang dapat membantu proses penyidikan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda