Tahun 2022, Tercatat Ada 5 Desa Masuk Kategori Tertinggal di OKI

210
Ilustrasi

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dari 314 desa yang ada dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) pada tahun 2022, tercatat ada 5 desa masuk kategori desa tertinggal, semuanya berada di Kecamatan Tulung Selapan.

Hal ini dikatakan M. Davies selaku Kepala Bidang Peningkatan Sarana Prasarana, Penanggulangan Kemiskinan dan Evaluasi Perkembangan Desa pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten OKI.

“Kelima desa itu ialah Kuala Dua Belas, Penyandingan, Simpang Tiga, Simpang Tiga Abadi dan Simpang Tiga Makmur, yang kesemuanya berada di daerah Pesisir Tulung Selapan OKI,” kata dia, Selasa (29/8/2023).

Kategori desa tertinggal ini didapat dari hasil pengukuran melalui Survey Indek Desa Membangun (IDM). Dilihat dari ketahanan ekonomi, sosial dan lingkungan pada desa yang dimaksud.

“Untuk kelima desa itu cukup padat penduduk, namun terpisah-pisah, karena memang daerah perairan. Oleh karena itu masih banyak faktor yang menjadi kendala dalam membangun desa – desa tersebut,” ujar dia.

Namun jika dibandingkan tahun – tahun sebelumnya, menurut dia, upaya yang telah dilakukan Pemkab OKI dipelbagai sektor cukup berhasil dan ada peningkatan cukup drastis, merubah desa tertinggal beralih ke berkembang.

“Prosesnya bertahap, mudah-mudahan bisa semua, karena tahun 2020 ada 10 desa, 2021 ada 6 desa, dan di 2022 hanya ada 5 desa tertinggal. Untuk 2023, mungkin benar kata Kepala DMPD OKI, hanya ada 1 desa tertinggal, sebab beliau lebih tahu,” tandas dia.

Untuk DPMD OKI sendiri, lanjutnya, upaya yang terus dilakukan yaitu pembinaan, agar dana desa bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti pemberdayaan Bumdes, agar ekonomi masyarakat bisa meningkat serta memanfaatkan potensi desa.

“Bumdes berdayakan kearifan lokal, misal tingkatkan potensi pangsa pasar, produk unggulan di desa masing-masing antara lain terasi, kemplang dan sebagainya melalui program inovasi desa,” imbuh dia.

Selain bina agar Bumdes bisa diberdayakan maksimal, kata dia lagi, pihaknya juga berupaya meningkatkan kemampuan para perangkat pemerintahan desa. Dengan harapan mereka mampu mencarikan solusi atas kekurangan di desanya.

“Namun perlu diketahui, sebenarnya tak cukup hanya upaya dari DPMD OKI saja, tetapi perlu sentuhan berbagai pihak, untuk tingkatkan ketahanan ekonomi masyarakat dulu, selebihnya ketahanan sosial dan lingkungan perlahan berubah sendiri,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda