Sekda Lepas Ribuan Ton Ekspor Komoditas Pertanian Jambi

193

JAMBI, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi melepas ribuan ton lima komoditas pertanian untuk di ekspor ke luar negeri, melalui Pelabuhan Talang Duku, Jumat (15/3/2019).

Kelima komoditas pertanian yang diekspor tersebut yaitu cangkang sawit sebanyak 8.500 ton dari perusahaan Era Sakti Wira Fores Tama dengan nilai ekonomi Rp6,6 miliar negara tujuan Thailand, komoditi pinang dari PT.Sumber Rezeki Pangan 81 ton negara tujuan Thailand nilai ekspor Rp1.411.578.000, komoditi kelapa bulat dari PT.Indo Lanka Usaha Mandiri sebanyak 27.500 ton negara tujuan ke Pakistan Nilai ekspor Rp89.250.000 juta, komoditi sapu lidi dari CV.Nienda Karya sebanyak 108.00 ton ke India nilai Rp863.654.400 juta, kayu olahan dari PT Bunian Kencana 117,6432 M3 ke Taiwan, nilai ekspor Rp453.575.640. Total nilai ekspor Rp9.418.058.040.

Kegiatan pelepasan ekspor komoditi pertanian secara simbolis dilakukan oleh Sekda Provinsi Jambi M. Dianto, didampingi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin, Kepala Pusat Karantina Hewan Hayati Hewani, Badan Karantina Pusat Agus Sunanto, serta General Manager Pelindo II Jambi Kartiko Yuwono.

Dalam sesi wawancara, Sekda Provinsi Jambi M. Dianto menyebutkan, walaupun kegiatan ekspor beberapa komoditi pertanian di atas telah dilakukan sejak bertahun-tahun lalu, namun saran dari kementerian, kegiatan ekspor ini harus dilakukan secara terbuka disampaikan kepada daerah. Sehingga daerah-daerah bisa meihat peluang-peluang ekspor yang bisa dikawal dan digiring oleh Kementrian Pertanian.

“Sudah saya sampaikan bahwa, peluang untuk kita memenuhi pasar ekspor itu masih terbuka luas. Tinggal kita mengupayakan dengan beberapa OPD terkait dan kelompok petani serta kelompok masyarakat, agar kita di daerah tahu spek dan standar mutu yang dibutuhkan negara-negara tujuan ekspor,” ujar M. Dianto.

Diakui Dianto, Pemerintah Provinsi Jambi sebenarnya telah berupaya mencari peluang pasar ekspor untuk beberapa komoditi pertanian. Namun sejauh ini masih terkendala dengan transportasi cukup jauh.

“Saat ini beberapa kabupaten tengah memasuki panen raya, diantaranya cabe dan kentang. Dan kita berharap hasilnya dapat di ekspor ke Malaysia atau Singapura yang memang membutuhkan hasil pangan kita. Namun yang menjadi kekhawatiran kita, beberapa komoditi kita, sampai ke negara tujuan kondisinya tidak segar lagi, karena durasi jamnya yang lebih 24 jam. Saya berharap agar terbukanya penerbangan langsung dari Provinsi Jambi menuju negara tujuan ekspor seperti Malaysia dan Singapura, sehingga dapat membawa komoditi hasil pertanian ke dua negara tujuan ekspor itu,” sebut Dianto.

“Karena kita sudah over produksi hasil pertanian, terutama cabe dan kentang, sehingga harganya turun. Kalau kita bisa menjual hasil pertanian tersebut ke luar, mudah-mudahan bisa membantu meningkatkan harga di tingkat petani menjadi 100 persen,” pungkas sekda.

Sementara Itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Jambi Abidin menyebutkan, total nilai komoditi pertanian yang di ekspor hari ini mencapai Rp9,4 miliar Lebih, dengan negara tujuan Thailand, Korea Selatan, Pakistan, Jepang, dan Malaysia. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda