Satlantas Polresta Bandar Lampung Tingkatkan Layanan Bagi Pemohon SIM Berkebutuhan Khusus

9

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Satuan Lalulintas [Satlantas] Polresta Bandar Lampung melalui Satpas 2526 menggelar aksi sosial dengan melakukan layanan SIM spesial bagi para penyandang cacat atau disabilitas. Tidak kurang dari 20 orang disabilitas tersebut dibantu melakukan pembuatan SIM golongan D (SIM khusus).

Pejabat Sementara [PS] Kepala Satuan Lalulintas Polresta Bandara Lampung AKP Rahmawan mewakili Kapolresta Bandar Lampung Kombes Pol. Yan Budi Jaya mengungkapkan, kami mengupayakan secara maksimal para pemohon SIM berkebutuhan khusus tersebut melalui penerbitan SIM D.

“SIM D hanya dikhususkan untuk penyandang disabilitas yang ingin mengendarai kendaraan bermotor, baik roda dua atau roda empat,” ungkapnya, Rabu [16/6]

Diketahui dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 242 disebutkan baik pemerintah pusat maupun daerah, serta perusahaan angkutan umum wajib memberikan pengobatan khusus di bidang lalulintas dan angkutan jalan kepada orang cacat, usia lanjut, anak-anak, wanita hamil, dan orang sakit. Perlakuan khusus ini meliputi aksesibilitas, prioritas pelayanan, serta fasilitas pelayanan yang disediakan, serta Pasal 80 tentang bentuk dan penggolongan SIM.

Namun Rahmawan menambahkan untuk kalangan difabel dengan kondisi tuna netra atau tuna rungu tidak bisa mengajukan pembuatan SIM D.

“Mereka tidak memiliki kemampuan melihat atau mendengar yang baik, sehingga akan lebih berisiko saat berkendara,” tegasnya.

Disabilitas tuna rungu dianggap tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena butuh kepekaan pendengaran saat berkendara di jalan raya.

Pendaftaran untuk membuat SIM D ini tidak bisa dilakukan via online, artinya pemohon harus datang langsung ke Satpas SIM.

Saat akan mengikuti ujian SIM, kita perlu membawa fotokopi KTP serta surat keterangan sehat jasmani baik dari Puskesmas atau klinik kesehatan di Satpas SIM. Ujian teori maupun praktik, materi ujiannya sama persis seperti ujian SIM C, dan yang membedakan hanyalah jenis kendaraan saat ujian praktik.

Materi ujian teori bisa kita pelajari dari web korlantas.polri.go.id atau buku-buku tentang aturan lalulintas. [Katrine]

Bagaimana Menurut Anda