Proyek Pengadaan Sarana Air Bersih di Hiang Karya Diduga Berbau Korupsi

812

KERINCI-JAMBI, BERITAANDA – Pengadaan proyek pembangunan air bersih di Desa Hiang Karya Kecematan Sitinjau Laut Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi yang bersumber dari anggaran dana desa (ADD) tahun 2018, diduga dijadikan ajang korupsi oleh oknum kepala desa (kades).

Program pengadaan sarana air bersih dan penyambungan pipa ke setiap rumah warga hingga kini belum terlaksana, dan tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Hiang Karya.

Menurut salah satu warga setempat yang tidak ingin namanya dituliskan mengatakan, pada tahun 2018 Desa Hiang Karya pernah mengadakan pengadaan sarana air bersih. Namun sampai saat ini belum terealisasikan, yang ada cuma bak air yang tidak berfungsi.

“Gimana airnya mau sampai ke rumah, yang ada cuma bak airnya saja,” kata warga setempat, Senin (7/10/2019).

Menanggapi hal ini, Ketua LSM Tim Pemberantasan Kuropsi (Topeksi) Mat Salim anggkat bicara.

Kepada BERITAANDA ia menjelaskan, dalam waktu dekat kita akan turun langsung ke Desa Hiang Karya untuk melakukan kroscek serta investigasi hasil pekerjaan pembangunan pengadaan sarana air bersih tersebut.

“Ya, nanti kita akan kroscek ke lokasinya. Kalau memang ditemukan suatu kejangalan dari proyek itu, kita akan segera membuat laporan. Karena ini sudah merugikan masyarakat,” tegas Salim.

Dikatakan Salim lagi, penyebab gagalnya pekerjaan yang dilakukan oleh kades ini diduga ada unsur ketidak matangnya perencanaan serta program. Hal ini harus dipertangung jawabkan yang bersangkutan.

“Jika ada indikasi menyimpang dari kades, saya akan mengusut kasus ini,” ucap Salim.

Media BERITAANDA juga mencoba menghubungi Ketua BPD Hiang Karya Safrizal melalui sambungan telepon seluler. Ia membenarkan, pada tahun 2018 Desa Hiang Karya pernah menganggarkan dana dasa untuk program pengadaan sarana air bersih sampai ke lorong rumah warga.

“Karena di tahun 2018 ada masalah di lapangan, pembangunan proyek tersebut kita tunda dulu,” ungkap Sefrizal.

Ketika ditanya berapa anggaran dana yang dikucurkan untuk pembangunan pengadaan sarana air bersih pada tahun 2018 itu, anehnya Safrizal tidak tahu berapa jumlah anggaran yang dikeluarkan. Sedangkan, kata dia, untuk kelanjutan pembangunannya, kami menggunakan dana silpa tahun 2018.

“Untuk dana pembangunan pengadaan sarana air bersih itu saya tidak tahu berapa anggarannya, sebab kadesnya yang tahu,” sebut Safrizal.

Sementara itu, Sanusi selaku Kepala Desa Hiang Kerya ketika dihubungi BERITAANDA melalui telepon seluler, ia menjelaskan pada hari Ahad masyarakat sudah gotong-royong untuk pemasangan pipa.

“Ahad kemarin sudah gotong-royong seluruh masyarakat,” singkat kades. (Tomi)

Bagaimana Menurut Anda