Polda Sumsel Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan Anak di Tengah Aksi Penyampaian Aspirasi

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) mengimbau para orang tua meningkatkan perhatian dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama agar tidak berada di lokasi kegiatan penyampaian aspirasi yang berpotensi terjadi kericuhan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai upaya bersama untuk menjaga keselamatan anak sekaligus mendukung agar penyampaian pendapat di muka umum berlangsung aman, tertib, dan kondusif.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, orang tua memiliki peran penting dalam memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di tengah situasi yang tidak kondusif.

“Kami mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Keselamatan mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar Nandang di Palembang, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, orang tua perlu membimbing dan mengedukasi anak agar memahami risiko serta mengutamakan keselamatan dan kepentingan masa depan mereka.

Nandang menegaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari ruang demokrasi yang perlu dihormati. Namun, anak-anak tetap membutuhkan pendampingan dan pemahaman yang memadai agar tidak terlibat dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan diri.

“Anak-anak kita tentu memiliki masa depan yang panjang. Jangan sampai mereka berada di tempat atau situasi yang berpotensi membahayakan diri sendiri. Karena itu, peran orang tua untuk memberikan edukasi, arahan, dan pengawasan sangat penting,” jelasnya.

Polda Sumsel juga mengajak para orang tua membangun komunikasi terbuka dengan anak serta mengetahui aktivitas dan lingkungan pergaulan mereka. Hal ini dinilai penting, khususnya ketika terdapat informasi mengenai kegiatan aksi atau penyampaian aspirasi di suatu wilayah.

“Kami mengajak para orang tua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya, memberikan pemahaman bahwa menyampaikan pendapat dapat dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai ketentuan,” katanya.

“Yang paling utama adalah jangan sampai mereka menjadi korban atau berada dalam situasi yang dapat membahayakan keselamatan,” sambung Nandang.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak membutuhkan kepedulian bersama, tidak hanya dari kepolisian, tetapi juga keluarga, masyarakat, dan seluruh elemen di lingkungan anak.

“Keselamatan anak adalah tanggung jawab kita bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi untuk kepentingan masa depan mereka. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda