Pengurus Masjid Al-Ikhlas SMAN 1 Babat Toman Gelar Isra Mi’raj

535

SEKAYU-MUBA, BERITAANDA – Pengurus Masjid Al-Ikhlas SMAN 1 Babat Toman melaksanakan Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam 1440 H serta menggelar zikir doa bersama yang dilanjutkan pengajian hikmah Isra’ Mi’raj, Jumat (12/4/2019).

Acara tersebut dikemas dengan zikir dan doa bersama dibimbing langsung oleh Ustadz Riyadi, S.Kom.I dari Relasi Keagamaan Kota Sekayu, digelar dalam momen peringatan Isra’ Mi’raj 1440 H sekaligus mendoakan agar pelaksanaan pemilu 2019 di Indonesia dapat berjalan dengan aman, damai dan sukses.

Sementara itu, Imam Irfa’i,S.Kom.I, selaku ketua pelaksana Isra’ Mi’raj Masjid Al-Ikhlas SMAN 1 Babat Toman menyampaikan bahwa, ia ucapkan ribuan terimakasih kepada seluruh lapisan masyarakat serta jamaah majelis ta’lim bapak-bapak atau ibu-ibu yang tergabung dengan Cinta Alquran.

Disamping itu, lanjut dia, kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momen bersejarah sebelum pesta demokrasi, tujuannya agar umat Islam senantiasa bermuhasabah diri, dan tetap memelihari persatuan dan persaudaraan guna menghasilkan pemilu yang damai.

Ia menambahkan, peringatan Isra Mi’raj ini juga untuk menigkatkan syiar islam ukhuwah islamiyah sesama manusia dan menigkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, khusunya bagi masyarakat di Kelurahan Babat.

Dalam ceramahnya, Ustadz H. Muhammad Rizki, Lc  mengatakan jika peringatan Isra dan Mi’raj adalah sebuah momentum untuk mengenang sejarah perjalanan spiritual Nabi Besar Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Ini merupakan wahana syiar Islam yang sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Islam dari waktu ke waktu.

Dikatakannya, dengan peringatan ini, kita dapat memetik hikmah yang sebesar-besarnya sehingga  memberikan motivasi dalam membangkitkan nilai-nilai spiritualitas, iman, dan taqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, untuk lebih meningkatkan kualitas ummat dalam mewujudkan pengabdian bagi negara, bangsa, serta agama.

“Isra Mi’raj jangan dimaknai sebatas ritualitas simbolik saja, akan tetapi lebih bermakna sebagai pembaharuan nilai-nilai Islami dalam hidup dan kehidupan kita,” imbuhnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda