Penangkaran Bibit Bawang Merah di Sidimpuan Angkola Julu Menjanjikan

175

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution bersama kelompok tani (koptan) Simangornop panen bibit bawang merah hasil penangkaran, Rabu (25/11/2020), di Desa Mompang, Padangsidimpuan Angkola Julu.

Walikota Irsan menyambut baik langkah yang dilakukan koptan Simangornop di bawah bimbingan Dinas Pertanian dalam mendukung pengembangan tanaman bawang merah di Kota Padangsidimpuan.

“Ini baru pertama kali di Kota Padangsidimpuan melakukan penangkaran (pembiakan), untuk itu diperlukan sumber benih yang berkualitas dan harga yang terjangkau,” tegas Irsan.

Menurut sepengetahuannya, selama ini benih yang diigunakan didatangkan dari daerah Brebes. Namun, terdapat beberapa kelemahan yang dihadapi petani bawang Sidimpuan jika harus membeli bibit bawang dari Jawa itu.

“Kelemahan itu meliputi harga yang dibayarkan menjadi bertambah dikarenakan adanya biaya transportasi, ditambah lagi bibit yang ditanam harus beradaptasi terhadap situasi lingkungan dimana benih itu ditanam,” jelasnya.

Dalam praktek di lapangan, seringkali bibit yang dipakai tidak tahan tahan terhadap lingkungan baru, sehingga mudah terserang oleh hama penyakit tanaman bawang seperti jamur.

Untuk penanganannya, mau tidak mau petani harus mengeluarkan biaya tambahan berupa pembelian obat-obatan. Maka itu, pilihan tepat yang harus dilakukan adalah bagaimana bibit bawang yang akan dipakai dihasilkan oleh petani itu sendiri.

“Berdasarkan ini, mulailah dilakukan kegiatan uji varietas tanaman bawang merah dan terus ditingkatkan untuk menjadi sumber bibit bawang merah dengan petani penangkar lokal,” sambung Walikota.

Petani penangkar bawang merah yang sudah didaftarkan di Sertifikasi Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumatera Utara (SBTPH) adalah koptan Simangornop di Desa Mompang. Luas lahan penangkaran 1.500 m2 dan luas keseluruhan yang ditanam 2.500 m2.

Adapun varietas bawang merah yang ditanam adalah Varietas Tajuk yang merupakan salah satu varietas bawang yang cocok ditanam di dataran rendah hingga menengah. Varietas ini bisa ditanam di hampir seluruh wilayah Kota Padangsidimpuan dengan ketinggian (0-500 mdpl).

Selain itu, Varietas Tajuk tersebut lebih tahan di musim hujan dibanding dengan varietas lainnya dan bawangnya juga memiliki aroma yang tajam sehingga sangat cocok untuk dijadikan bawang goreng.

Panen bibit dengan dihadiri langsung Walikota beserta unsur Muspida lainnya ini merupakan dukungan moril yang besar untuk memberikan semangat kepada petani bawang dan petani penangkar serta para pengusaha yang bergerak di bidang jual beli bawang tersebut.

Ke depan ini, diperlukan perluasan lahan penangkaran dan penyebaran petani penangkar di kecamatan lainnya, supaya benih yang diproduksi semakin banyak dan memiliki karakter spesifik lokasi (adaptasi lingkungan).

Mengingat kebutuhan konsumsi bawang di Kota Padangsidimpuan mencapai paling tidak 50 ton/bulan, maka diperlukan luas panen setidaknya 5-6 ha/bulan. Kebutuhan bibit untuk pertanaman seluas 5-6 ha tersebut dibutuhkan jumlah bibit 4 ton-6 ton untuk setiap bulannya.

“Jika hal ini bisa dicapai, maka kota kita bisa swasembada bibit bawang (bisa memenuhi kebutuhan bibitnya sendiri)” ungkap Irsan dan menilai peluang untuk menghasilkan produksi bibit bawang sangatlah menjanjikan.

“Mudah-mudahan luas pertanaman bawang merah terus bertambah dan berkelanjutan. Sehingga akan ada perubahan pola hidup pada petani dan keluarganya baik secara ekonomi, sosial dan budaya,” harapnya.

Dia juga mengimbau seluruh perangkat desa dan segenap warga untuk merawat toleransi yang selama ini sudah sangat baik. Dimana dua pemeluk agama hidup berdampingan dan saling bahu membahu untuk kemajuan Desa Mompang, umumnya Angkola Julu. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda