Pemprov Lampung Gelar Shalat Istisqa, Gubernur Mirza Ajak Masyarakat Perkuat Ikhtiar Hadapi Kemarau

12

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, mengajak masyarakat di seluruh Provinsi Lampung untuk menggelar Shalat Istisqa sebagai ikhtiar bersama dalam menghadapi kemarau panjang dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Mirza saat mengikuti doa bersama dan Shalat Istisqa yang digelar Pemerintah Provinsi Lampung di Lapangan Korpri, Kantor Gubernur Lampung, Kamis (10/9/2026).

Gubernur berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat menjadi ikhtiar batin agar hujan segera turun dan membawa keberkahan bagi masyarakat.

“Shalat Istisqa ini kami harapkan menjadi amalan seluruh masyarakat Lampung. Jika dilakukan secara bersama-sama, insya Allah hati masyarakat Lampung menjadi satu, semangatnya satu, dan tujuannya sama,” ujar Gubernur Mirza usai shalat istisqa.

Karena itu, Gubernur Mirza mendorong pelaksanaan Shalat Istisqa tidak hanya dilakukan di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di masjid, musala, dan pondok pesantren di seluruh Lampung.

Dia mengatakan, semakin banyak masyarakat yang berdoa dan bermunajat secara bersama-sama, semakin besar pula harapan agar doa tersebut dikabulkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Semakin banyak yang berdoa, insya Allah ada satu doa yang dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Gubernur Mirza menyebut masyarakat Lampung saat ini sedang menghadapi dua kondisi, yakni kemarau panjang dan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut mulai berdampak pada ketersediaan air, sektor pertanian, kesehatan, hingga aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Sumber-sumber air mulai mengering, lahan pertanian kekurangan pasokan air, sementara debu dan panas ekstrem mulai mengganggu kesehatan serta aktivitas sehari-hari,” kata Gubernur.

Menurutnya, pemerintah bersama berbagai pihak terus melakukan langkah mitigasi untuk menghadapi persoalan tersebut. Upaya itu meliputi penanganan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, kekeringan, dan kebakaran, sekaligus penyampaian informasi serta imbauan kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan.

Namun, Gubernur Mirza mengingatkan bahwa berbagai upaya pemerintah dan masyarakat memiliki keterbatasan. Karena itu, ikhtiar lahiriah perlu diiringi dengan doa dan introspeksi diri.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Shalat Istisqa sebagai momentum untuk memperbanyak istighfar, memohon ampun, memperbaiki amal, serta memperkuat ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

“Shalat Istisqa yang kita laksanakan hari ini bukan semata-mata tentang memohon turunnya hujan. Ini adalah momen bagi kita untuk menundukkan hati, memperbanyak istighfar, dan memohon ampun atas segala kekhilafan,” ujarnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda