Diskominfo OKI Imbau Warga Waspadai Penipuan Digital Mengatasnamakan Wabup

8

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan Komering Ilir (Diskominfo OKI) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai modus penipuan digital yang dilakukan melalui telepon, pesan singkat, maupun aplikasi percakapan.

Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya nomor telepon tidak dikenal yang diduga menghubungi masyarakat dengan mengatasnamakan Wakil Bupati (Wabup) OKI, Supriyanto. Diskominfo OKI telah melaporkan nomor tersebut melalui portal Aduan Nomor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Kepala Diskominfo OKI Adi Yanto mengatakan, masyarakat perlu lebih cermat dan waspada karena modus penipuan digital terus berkembang. Pelaku dapat memanfaatkan identitas pejabat, instansi pemerintah, maupun perusahaan untuk membangun kepercayaan calon korban.

“Sudah kami laporkan melalui portal Aduan Nomor Komdigi. Informasi mengenai penyalahgunaan nomor tersebut juga kami sebarkan melalui berbagai kanal agar masyarakat lebih waspada,” kata Adi, Kamis (10/9/2026).

Adi meminta masyarakat tidak terburu-buru merespons komunikasi dari nomor yang tidak dikenal, terlebih jika komunikasi tersebut berisi permintaan uang, data pribadi, atau informasi keamanan akun.

Jika seseorang mengaku sebagai pejabat atau perwakilan suatu instansi, masyarakat diminta melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum mengambil tindakan.

“Kalau menerima telepon atau pesan dari nomor yang tidak dikenal, jangan langsung percaya. Pastikan identitas dan informasinya melalui kanal resmi,” ujarnya.

Sejumlah ciri yang perlu diwaspadai antara lain adanya permintaan transfer uang, kode OTP, PIN, kata sandi, data pribadi, tautan, atau aplikasi tertentu. Pelaku juga kerap mendesak korban agar segera memenuhi permintaan dengan alasan tertentu.

Masyarakat disarankan menghentikan komunikasi apabila menemukan indikasi tersebut dan tidak mengikuti instruksi apa pun sebelum kebenaran informasi dipastikan.

Diskominfo OKI mendorong masyarakat tidak sekadar mengabaikan nomor mencurigakan, tetapi juga melaporkannya melalui portal Aduan Nomor Komdigi di aduannomor.id. Laporan tersebut dapat membantu proses penanganan terhadap nomor yang terindikasi digunakan untuk penipuan maupun spam.

“Kalau menemukan nomor yang diduga digunakan untuk penipuan, segera laporkan melalui aduannomor.id. Laporan masyarakat penting untuk membantu proses penanganan,” kata Adi.

Masyarakat juga disarankan menyimpan bukti komunikasi saat melakukan pelaporan. Bukti tersebut dapat berupa nomor telepon, tangkapan layar pesan, maupun informasi lain yang berkaitan dengan dugaan penipuan.

Untuk mengurangi risiko menerima panggilan spam maupun penipuan, masyarakat dapat mengaktifkan fitur penyaringan dan identifikasi panggilan tidak dikenal yang tersedia pada perangkat Android maupun iPhone.

Operator seluler juga menyediakan layanan pendeteksi spam dan scam. Salah satunya SISCAMLING milik Telkomsel yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan untuk mendeteksi pola komunikasi mencurigakan dan memberikan peringatan kepada pelanggan.

Meski demikian, fitur tersebut merupakan perlindungan tambahan. Kewaspadaan pengguna tetap menjadi langkah utama dalam mencegah penipuan digital.

“Teknologi membantu mendeteksi panggilan mencurigakan, tetapi masyarakat tetap harus berhati-hati. Jangan memberikan OTP, PIN, kata sandi, atau data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal,” tegas Adi.

Diskominfo OKI mengajak masyarakat menerapkan prinsip 3T, yakni Tidak langsung percaya, Teliti sebelum bertindak, dan Terus laporkan jika mencurigakan.

Tidak langsung percaya berarti tidak mudah mempercayai identitas maupun informasi dari nomor yang tidak dikenal. Teliti sebelum bertindak berarti melakukan verifikasi melalui kanal resmi. Sementara terus melaporkan berarti menyampaikan nomor yang terindikasi melakukan penipuan melalui aduannomor.id.

Diskominfo OKI menegaskan, kewaspadaan dan partisipasi masyarakat sangat diperlukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku penipuan digital.

“Jangan mudah percaya, teliti sebelum bertindak, dan segera laporkan jika menemukan nomor yang mencurigakan,” kata Adi. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda