OKI Tanggap Darurat Karhutla, Bupati Iskandar Instruksikan Tingkatkan Penanganan

134

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H. Iskandar SE menginstruksikan seluruh stakeholder untuk meningkatkan upaya penanggulangan karhutla di Bumi Bende Seguguk.

“Mengingat kondisi kemarau tahun ini lebih kering, lalu titik api dan kebakaran lahan terus bertambah, kita meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat,” ujar Iskandar yang memimpin langsung rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka penanganan kebakaran hutan dan lahan, bertempat di kantor Bupati OKI, Senin (11/9/2023).

Seiring peningkatan status penanganan bencana karhutla, ujar Iskandar, semua stakeholder harus bergerak bahu-membahu secara keroyokan.

“Kalau sudah tanggap darurat artinya kita mengeluarkan seluruh sumber daya, baik dari segi penanganan di lapangan, penanggulangan, hingga pendanaan dan ini harus saling bantu, saling peduli,” ujar dia.

Iskandar mengapresiasi petugas dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, RPK perusahaan dan masyarakat peduli api yang berjibaku memadamkan lahan yang terbakar.

“Kepada perusahaan sekitar konsesi, para camat/kepala desa ajak masyarakat agar tanggap dan peduli. Kalau ada kebakaran segera padamkan sebelum membesar, dan penting untuk disampaikan kepada masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar,” pesan dia.

Kapolres OKI AKBP Dili Yanto SIK SH MH mengatakan, upaya penanggulangan karhutla tidak hanya dibebankan kepada satgas saja, namun butuh dukungan dari semua pihak.

“Saya yakin kalau semua bergerak, karhutla mampu kita tanggulangi seperti tahun-tahun sebelumnya. Upaya-upaya penanggulangan harus kita tingkatkan,” tutur dia.

Sementara, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0402/OKI Mayor CZI Saipul Anwar meminta semua pihak mendukung upaya penanganan karhutla, terutama satgas pemadaman lapangan.

“Sebagai bagian negara, tentu kita harus saling dukung disituasi kebencanaan seperti ini. Kemarin satgas menghadapi hambatan ketika memadamkan api disekitaran Tol Kayuagung-Palembang. Mobil satgas kesulitan ketika masuk tol karena urusan birokrasi, ini sepatutnya tidak terjadi karena perusahan juga bagian dari negara,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda