Ofyar: Berkah Transportasi Darat, Laut, Udara Lengkap. Lampung Cocok Jadi Ibukota Negara

154

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Rektor Institut Teknologi Sumatera (ITERA) Prof. Ir. H. Ofyar Z. Tamin MSc (Eng) PhD menegaskan, daya dukung transportasi darat, laut, dan udara di Lampung sangat strategis, sehingga patut dipertimbangkan dan meyakinkan pemerintah untuk akhirnya dipilih menggantikan Daerah Khusus Ibukota (DK) Jakarta sebagai lokasi ibukota pusat pemerintahan negara.

Hal tersebut diungkapkan Ofyar Z. Tamin saat menjawab pertanyaan presenter Vyona Dewi dalam program live talkshow interaktif Halo Lampung di studio RadarTV Lampung, Bandar Lampung, Rabu (17/7/2019).

“Oke. Lampung itu sudah terkenal dari dulu. Dari zaman Belanda dan sebelumnya. Kalau orang berangkat dari belahan barat atau timur dunia, semua orang jaman dulu pasti lewat Lampung. Lalu, orang lewat Selat Malaka, kemudian lewat Selat Sunda. Lampung itu sudah ada sejak dulu, sudah eksis,” ujar dia lagi.

“Nah, ditambah lagi Lampung itu merupakan bagian dari Asian Highway. Kemudian juga bagian daripada Asia Railways yang akan menghubungkan seluruh Eropa sampai dengan Asia, sampai Australia. Itu satu ya, dari dulu sudah terbukti,” jelasnya.

Asian Highway atau Asian Highway Network sendiri dikenal pula sebagai Great Asian Highway, ialah megaproyek revitalisasi sistem jalan raya di Asia. Hasil kerjasama negara-negara Asia-Eropa serta Komisi Ekonomi dan Sosial untuk Asia dan Pasifik Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), atau Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) berdasarkan hasil sidang ke-48 tahun 1992. [Wikipedia]

“Dan saya dengar juga, di masa Pak Jokowi (periode) yang kedua ini akan ada kereta api, yang tengah dibangun pada koridor yang hampir sama,” jelas dia.

Ia menggaris bawahi bahwa visibilitas daya dukung moda infrastruktur transportasi di Lampung merupakan berkah geografis dan membuatnya sangat strategis.

“Jadi, darat, laut, udara itu sudah ada. Lengkap ada di Provinsi Lampung ini. Itu yang saya sebutkan berkah provinsi di luar Pulau Jawa,” sebut alumnus S1 Teknik Sipil ITB (1982) kelahiran Medan 23 Agustus 1958 itu lugas.

“Kalau kita melihat dibandingkan dengan calon DKI yang lain, itu mereka harus membangun lagi dengan yang baru dan lain-lain,” kata Ofyar, merujuk tiga provinsi kandidat di Kalimantan.

“Posisi sangat-sangat strategis, karena Lampung ujung Pulau Sumatera. Semua orang dari Aceh selalu melalui Lampung. Jadi konektivitas dari Lampung ini menjadi sangat penting,” tegas dia meyakinkan.

“Menurut kami lagi Lampung sangat siap. Dari darat, laut, udara. Dan ini bukan dari sekarang, dari dulu pun sudah dikenal orang selalu melewati yang namanya Selat Sunda, sebagai bagian orang bergerak dari barat dan ke timur, bukan hanya Indonesia saja, namun dunia. Sangat spesial,” pungkas dia. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda