Dukung Program Presisi Kapolri, Kapospol KM 12 Rangkul Warga Marginal Melalui Dakwah

8

PALEMBANG, BERITAANDA – Polda Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat implementasi program ‘Polisi Baik’ melalui pendekatan spiritual yang humanis guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Upaya ini menjadi bagian dari strategi jemput bola dalam mendukung kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo untuk mewujudkan Polri yang Presisi, profesional, dan semakin dekat dengan masyarakat.

Program bertajuk ‘Polisi Dulur Kito’ tersebut dijalankan secara konsisten oleh jajaran Polsek Sukarami, khususnya di wilayah Pos Polisi KM 12 Palembang. Pada Jumat (24/4/2026), Kapospol KM 12 Aipda Agus Susanto SH kembali menggelar kegiatan Majelis Taklim yang memadukan siraman rohani dengan dialog kamtibmas bagi masyarakat sekitar.

Kegiatan yang berlangsung di Pos Polisi KM 12 itu menyasar para pengemudi ojek pangkalan, pedagang kaki lima, serta warga yang beraktivitas di kawasan terminal dan pasar. Kawasan tersebut merupakan titik vital mobilitas masyarakat dengan tingkat interaksi sosial yang tinggi, sehingga membutuhkan pendekatan yang lebih personal, persuasif, dan menyentuh sisi psikologis warga.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berupaya menghilangkan sekat antara aparat dan masyarakat. Dengan pendekatan dakwah yang santun dan komunikatif, personel mengajak warga untuk menjadi polisi bagi diri sendiri melalui penerapan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan ketertiban dalam kehidupan sehari-hari.

Inisiatif tersebut sejalan dengan program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Polda Sumsel memandang bahwa keamanan tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum semata, tetapi juga melalui kesadaran kolektif masyarakat yang diperkuat oleh nilai spiritual, moral, dan kemanusiaan.

Dalam pelaksanaannya, Aipda Agus Susanto menempatkan diri sebagai dulur atau saudara bagi masyarakat. Selain memberikan tausiyah keagamaan, ia juga menyampaikan edukasi hukum terkait bahaya perjudian, minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga pencegahan aksi premanisme yang kerap meresahkan di ruang publik.

“Kami ingin menyentuh hati masyarakat melalui pendekatan spiritual. Ketika kesadaran sudah terbentuk, maka ketertiban akan lahir dengan sendirinya tanpa harus mengedepankan tindakan represif,” ujar Aipda Agus Susanto.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya SIK MH menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan representasi nyata kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pembina masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing masyarakat. Pendekatan humanis seperti ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik serta menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda