Misteri Dinas Pariwisata Tapsel dengan Wisata Air Terjun Silima-lima Marancar

3523

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Sumatera Utara memiliki pesona alam yang terbilang luar biasa. Ada begitu banyak destinasi wisata di daerah ini, yang apabila dikelola secara maksimal oleh pemerintah setempat, dipastikan bisa menjadi sumber referensi wisatawan lokal maupun luar.

Sadar akan kekayaan dan ekowisata alamnya yang potensial, Pemkab Tapsel pun berbenah. Berbagai sarana dan prasarana penunjang kini mulai dipenuhi. Infrastruktur jalan menuju objek wisata yang layak, pembangunan fasilitas agar wisatawan betah maupun merasa nyaman, dan berbagai kegiatan penunjang lain.

Namun, dari beragam kegiatan tersebut, aroma kecemburuan karena perlakuan yang tidak adil dan tidak merata menyeruak. Sayup-sayup ada terdengar cibiran masyarakat yang menuding, selaku leading sektor, Dinas Pariwisata Tapsel terkesan mengistimewakan pembangunan di lokasi wisata Air Terjun Silima-lima, Marancar.

Tudingan masyarakat tersebut belumlah dapat dibenarkan sepenuhnya, tetapi melihat nominal dana APBD Tapsel yang digelontorkan ke lokasi Air Terjun Silima-lima, sulit rasanya membantah asumsi tersebut. Tercatat, Pemkab Tapsel telah mengguyurkan dana keuangannya disana dengan angka cukup fantastis, miliaran rupiah.

Informasi dirangkum awak media ini, dari 13 item kegiatan pembangunan lokasi wisata se-Tapsel pada tahun anggaran 2019. Oleh Dinas Pariwisata menempatkan 8 item kegiatan di lokasi objek wisata Air Terjun Silima-lima yang ada di Desa Simaninggir, Kecamatan Marancar (akumulasi dana mencapai Rp1,95 miliar).

Alokasi dana itu meliputi pembangunan jalan setapak Rp150 juta, sarana air bersih Rp200 juta, rest area Rp200 juta, pemasangan paving blok Rp200 juta, pembangunan musholla baru Rp200 juta, lanjutan paving blok Rp 200 juta, pembangunan playing fox Rp200 juta, dan pembangunan pelataran senilai Rp600 juta.

“Melihat perbandingan tersebut, vulgar sekali kesenjangan perlakuan yang sangat mencolok dari Dinas Pariwisata Tapsel terhadap objek wisata di daerah ini,” kritik salah satu pemerhati pembangunan Tapsel, Sutan Maruli Ritonga, Senin (13/1/2020), di hadapan awak media.

Menurut dia, seharusnya Dinas Pariwisata bisa mengayomi seluruh objek wisata yang ada di Kabupaten Tapsel. Bukan malah menimbulkan asumsi melekat bahwasanya APBD itu hanya diperuntukkan terhadap seonggok lokasi objek wisata. Kesannya, sebut dia, cuma memenuhi hasrat ataupun cari muka ke penguasa.

“Masih banyak lokasi wisata yang potensial di kecamatan lain di Tapsel. Dari sekian banyak destinasi wisata itu, hingga kini sama sekali belum pernah tersentuh guyuran dana APBD dan diabaikan begitu saja. Atau mungkin dinas terkait belum mampu menginventarisir objek wisatanya,” tanya Maruli merasa heran.

Pantai Muara Upu (Muara Batangtoru), Parsariran (Batang Toru), Danau Marsabut, Aek Milas Sosopan, Aek Milas Padang Bujur (Sipirok), Air Terjun Sampuran Damparan (Saipar Dolok Hole), Danau Siais (Angkola Sangkunur), Air Terjun Marimbun Alfaro (Batang Angkola), Air Terjun Sisundung Parsalakan (Angkola Barat), dan destinasi lain.

Seorang perempuan mengaku suruhan kades setempat atas arahan Dinas Pariwisata menunggui portal pembatas, tengah meminta pungutan masuk bagi pengunjung lokasi wisata Air Terjun Silima-lima, Marancar.

“Pemerataan pembangunan hendaknya jangan hanya menjadi slogan semata. Jangan pula jadikan pengalokasian APBD itu menggiring masyarakat mendapat perlakuan kesenjangan sosial. Jika begini, kami patut menduga ada sesuatu misteri tersembunyi dari pemangku kebijakan pariwisata di Tapsel ini,” ungkapnya.

Maruli juga mengaku heran dengan kebijakan Dinas Pariwisata Tapsel di lokasi wisata Aek Sijorni, Sayurmatinggi. Disana, kata dia, meski masih polemik, dinas terkait menggratiskan pungutan bagi para wisatawan. Padahal, lokasi itu minim fasilitas yang diberikan dari dan oleh kucuran dana APBD Tapsel.

“Berkaca dari wisata Aek Sijorni. Di lokasi Air Terjun Silima-lima yang hampir seluruh fasilitas dibangun dengan menggunakan dana APBD justru dikenakan pungutan. Setiap pengunjung baru diperbolehkan masuk menikmati pesona air terjun setelah membayar karcis,” ujarnya.

Diketahui, pengunjung Aek Terjun Silima-lima diharuskan membayar karcis masuk tersebut meliputi parkir kendaraan roda empat Rp7.500, roda dua Rp5.000. Ditambah biaya masuk bagi kalangan anak-anak sebesar Rp3.000, serta kalangan dewasa sebesar Rp5.000. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda