Polda Sumsel Mantapkan Mitigasi, Targetkan Zero Karhutla pada 2026

8

PALEMBANG, BERITAANDA – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terus memperkuat langkah mitigasi dan antisipasi dini guna mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah hukumnya. Komitmen mewujudkan zero karhutla pada 2026 terus digaungkan, seiring tren penurunan signifikan luas lahan terdampak dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Sumsel Kombes Pol Muhammad Anis Prasetio Santoso menegaskan, bahwa jajarannya tidak akan mengendurkan upaya pencegahan meskipun kondisi di lapangan menunjukkan perbaikan. Fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada titik api yang berkembang menjadi kebakaran besar.

“Polda Sumsel siap melakukan mitigasi dan penanggulangan karhutla secara terpadu. Ini merupakan komitmen kuat untuk mewujudkan zero karhutla di Sumatera Selatan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, strategi penanganan karhutla kini tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga memaksimalkan pemanfaatan teknologi modern.

“Sesuai arahan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho, selain menyiapkan sarana dan prasarana yang memadai, kami juga memperkuat deteksi dini dan monitoring dengan memanfaatkan teknologi pemantauan hotspot secara real-time,” ujarnya.

Sebagai bentuk kesiapan operasional, Polda Sumsel telah menyiagakan 1.415 personel yang siap diterjunkan kapan saja untuk mengantisipasi ancaman karhutla secara cepat dan tepat.

Berdasarkan pemetaan kerawanan terbaru, pengawasan difokuskan pada sejumlah wilayah prioritas, yakni Kabupaten Musi Banyuasin, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), serta perhatian khusus pada wilayah Muratara.

Potensi karhutla di daerah tersebut dipengaruhi berbagai faktor, antara lain cuaca panas ekstrem dan kemarau panjang, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, rendahnya pemahaman masyarakat terkait sanksi hukum dan dampak kesehatan seperti ISPA, serta adanya oknum yang tidak bertanggung jawab.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polda Sumsel telah menggelar berbagai kegiatan mitigasi secara masif dengan pendekatan edukatif dan humanis. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi maklumat, imbauan dialogis kepada masyarakat desa, patroli terpadu, hingga verifikasi langsung titik panas di lapangan.

Upaya ini juga diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Polda Sumsel turut berperan dalam Apel Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan di Griya Agung, Rabu (6/5/2026). Apel ini menegaskan bahwa penanggulangan karhutla dilakukan secara terpadu dan satu komando, melibatkan pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, BPBD, serta pemangku kepentingan lainnya.

Dengan pemetaan wilayah rawan yang akurat, dukungan teknologi, kesiapan personel, serta sinergi lintas instansi dan edukasi masyarakat, Polda Sumsel optimistis ancaman karhutla dapat diminimalkan. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda