MABT Sekadau dan Yayasan Bhakti Luhur Salurkan Bantuan Peduli Kasih ke Warga Tionghua Kurang Mampu

329
Penyerahan bantuan kepada warga Tionghua kurang mampu oleh Pengurus MABT dan Yayasan Bhakti Luhur Sekadau Hilir. (Dokumen MABT)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Menjelang hari raya Imlek 2157, Majelis Adat Budaya Tionghua (MABT) Kabupaten dan Pengurus Yayasan Bhakti Luhur Sekadau Hilir berbagi kasih.

Sejumlah warga Tionghua di beberapa desa wilayah Sekadau Hilir mendapatkan tali asih sejak Senin (20/1/2020).

Warga Tionghua yang menerima donasi peduli kasih yang disalurkan MABT dan Yayasan Bhakti Luhur Sekadau Hilir, umumnya adalah mereka yang kurang beruntung dalam kehidupan ekonomi.

Adapun donasi yang disampaikan berupa sejumlah uang sebesar Rp816.000, sembako 1 karung beras 5 Kg, 1 Kg kueh keranjang serta 2 buah jeruk mandarin.

“Akan kita berikan ke warga yang kurang mampu, khususnya yang merayakan Imlek di beberapa desa di Sekadau Hilir,” ujar Julianto, Sekretaris MABT Kabupaten Sekadau.

Adapun desa dan daerah yang ditargetkan dalam kegiatan antar lain Seberang Kapuas (Kelilit, Semaong, Entomas), Desa Gonis Tekam (Simpang 4 Kayu Lapis, Nanga Gonis, Kampung Baru dan Nanga Gonis), Desa Ensalang dan Dusun Semaong Desa Peniti serta dalam Kota Sekadau Hilir.

Donasi yang disalurkan ini berasal dari sumbangan sukarela masyarakat Tionghua yang dikumpukan melalui posko open donasi di Yaysan Bhakti Luhur Sekadau Hilir. Pengumpulan dilakukan sejak 5 sampai dengan 18 Januari 2020 kemarin.

“Kami bertugas menyalurkan, tanpa ada embel – embel apapun atau biaya penyaluran, ini benar-benar sosial. Semua yang didonasikan kami salurkan,” papar Julianto yang karib disapa Ateng itu.

Kegiatan penyaluran ini akan berlangsung sampai dengan Rabu (22/1/2020). Dalam penyaluran pengurus MABT dan Yayasan menggunakan data penduduk Tionghua yang dinilai kurang mampu, sehingga penyaluran tepat pada warga yang memang layak mendapatkannya.

Terkait pelaksanaan perayaan Imlek, Ateng mengatakan, khususnya di Kecamatan Sekadau Hilir diadakan kegiatan hiburan bebas pada malam Imlek, begitu juga dengan warga Tionghua di Belitang Hilir dan Belitang.

“Masing – masing yayasan membuat kegiatan di kecamatan masing-masing. Hanya saja, yang sudah memberikan kepastian tidak adanya kegiatan di Kecamatan Nanga Mahap, Nanga Taman dan Belitang Hulu,” papar Ateng menjelaskan.

Selaku pengurus MABT, ia berharap perayaan Imlek dapat berjalan dengan baik dan lancar, serta dapat dimeriahkan semua lapisan masyarakat dari berbagai etnis. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda