Lembah Hijau Ukir Sejarah, Dua Bayi Harimau Sumatera Lahir dari Indukan Penyintas Jerat

5

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Kabar menggembirakan datang dari dunia konservasi satwa di Provinsi Lampung. Lembaga Konservasi (LK) Lembah Hijau untuk pertama kalinya berhasil memfasilitasi kelahiran dua ekor anak Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) secara ex-situ.

Momen bersejarah ini terjadi pada 14 Februari 2026. Kelahiran tersebut menjadi istimewa sekaligus emosional karena kedua induknya merupakan penyintas jerat pemburu liar yang kini mengalami cacat permanen.

Sang pejantan, Kyai Batua, dan induk betina, Sinta, sama-sama kehilangan salah satu kaki akibat jerat. Kyai Batua harus diamputasi kaki kanan depannya setelah dievakuasi dari Desa Batu Ampar, Suoh, Lampung Barat pada 2019. Sementara Sinta kehilangan kaki kanan belakangnya akibat infeksi parah usai terjerat di Bengkulu pada Desember 2024.

Kisah Pilu di Balik Kelahiran

Meski hidup dengan keterbatasan fisik, naluri alami kedua harimau ini tetap terjaga. Kelahiran dua anak mereka menjadi bukti bahwa kondisi disabilitas tidak menghalangi keberlangsungan reproduksi satwa langka tersebut.

Peristiwa ini sekaligus menjadi simbol harapan bagi upaya pelestarian Harimau Sumatera, spesies endemik yang statusnya masih terancam punah.

Hasil Nyata Program Konservasi

Keberhasilan ini merupakan bagian dari implementasi Global Species Management Plan (GSMP) fase III dan IV, program kolaborasi antara Kementerian Kehutanan dan Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI).

Komisaris LK Lembah Hijau, M. Irwan Nasution menyebut, kelahiran ini sebagai bukti nyata keberhasilan program konservasi.

“Ini adalah pesan kuat bahwa satwa korban konflik manusia masih memiliki peluang untuk bertahan dan berkembang. Ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga ekosistem mereka,” ujarnya dalam keterangan resmi, didampingi manajemen kebun binatang, pihak BKSDA, dan Kementerian Kehutanan.

Dalam Perawatan Intensif

Saat ini, kedua anak harimau berada dalam pengawasan ketat tim dokter hewan dan paramedis. Lembah Hijau juga telah menyiapkan kandang khusus yang dirancang menyerupai habitat alami guna mendukung pertumbuhan optimal tanpa gangguan.

Kelahiran ini diharapkan tidak hanya memperkuat populasi Harimau Sumatera, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya perlindungan satwa liar.

Di sisi lain, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman jerat masih nyata di hutan Sumatera dan harus segera dihentikan. (*)

Bagaimana Menurut Anda