Lampung Krakatau Festival Tembus Trending Topic Nasional

2223

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Parade Budaya ‘Lampung Culture and Tapis Carnival’ yang merupakan rangkaian acara Lampung Krakatau Festival (LKF) tahun 2019 berhasil menggetarkan Bandar Lampung. Sementara rangkaian acara LKF sendiri berhasil berada pada 3 puncak trending topic nasional.

Parade yang dibuka langsung Menteri Pariwisata RI Arief Yahya bersama Gubernur Lampung Arinal Djunaidi pada Ahad (25/8/2019), di lapangan Enggal Bandar Lampung berlangsung meriah dan penuh suka cita.

Adapun rute parade menempuh jarak sekitar 3 Km melintasi jalan-jalan protokol Bandar Lampung diantaranya, Jl. Jenderal Sudirman, Tugu Gajah, Jl. Ahmad Yani, Jl. RA Kartini, Jl. Raden Intan kemudian rute finish kembali lagi ke lapangan Enggal.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya didampingi Gubernur Arinal dan Wagub Chusnunia Chalim turun langsung dalam acara tersebut. Masyarakat tampak antusias menyaksikan parade.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menyampaikan, LKF merupakan agenda tetap tahunan Pemprov Lampung guna mempromosikan keunggulan-keunggulan daerah, khususnya atraksi dan daya tarik wisata unggulan Lampung. Kegiatan ini, lanjut Arinal, merupakan peluang bisnis bagi dunia usaha maupun masyarakat untuk mempromosikan dan memasarkan produknya saat festival berlangsung.

Pada kesempatan itu, Menteri Pariwisata RI Arief Yahya merespons upaya Gubernur Arinal untuk meningkatkan kunjungan wisata. Salah satunya mendatangkan penerbangan internasional ke Provinsi Lampung.

“Tadi saya menelpon Dirut Angkasa Pura II, dan ini berita bagus karena sebentar lagi, start September Branti akan dikelola Angkasapura II. Jadi saya yakin pelayanan akan semakin baik,” ujar Menpar.

Menpar juga meminta Angkasa Pura mendukung Lampung untuk mendatangkan wisman sebanyak-banyaknya. “Direct dari luar, dari Malaysia, Australia, Singapura, dan lain-lain,” ujar Menpar.

Untuk pengembangan pariwisata Menpar mendorong agar Provinsi Lampung memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata agar pembangunan pariwisata semakin cepat. Seperti daerah-daerah lain yang telah memiliki KEK pariwisata, salah satunya di KEK Mandaling yang ada di Nusa Tenggara Barat  mampu mendatangkan investasi hingga Rp30 triliun.

“Jadi jika sudah ada KEK, investasi akan semakin mudah masuk. Lahannya yang disiapkan minimal 300 hektare, tahun ini juga usahakan ada KEK,” ujarnya.

Menpar mengatakan, Provinsi Lampung memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan pariwisata, dan ia ingin anak-anak Lampunglah yang menjadi pengelolanya. Untuk itu, Menpar berharap ke depan Provinsi Lampung memiliki program studi berbasis pariwisata guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Lampung.

“Saya ingin, dalam 5-10 tahun lagi, industri pariwisata di sini berkembang pesat dan anak-anak Lampung lah yang akan mengelolanya. Oleh karena itu, saya menyarankan ada program studi pariwisata. Jika ada prodi pariwisata, Kemenpar akan mendukungnya dengan standar kurikulum internasional,” katanya.

Menpar berharap anak-anak Lampung yang lulus prodi pariwisata ijazahnya level internasional dan di sertifikasi pada level regional Asean, agar anak-anak Lampung bisa langsung kerja di luar negeri atau dalam negeri dengan mutu luar negeri.

Menpar juga mengapresiasi dan bangga perhelatan Lampung Krakatau Festival berhasil menjadi trending topic nasional, bahkan hastag krakatau festival menempati urutan tertinggi di media sosial.

“Untuk pertama kalinya saya hadir pada acara yang menjadi trending topic nasional, bukan hanya satu hastag tapi hingga tiga hastag sekaligus menjadi trending. Hastag ‘Lampungkrakataufestival2019’  menempati urutan yang tertinggi, kemudian hastag ‘lkf’ dan yang ketiga hastag ‘kunkerkemenparkelampung’. Sekali lagi terimakasih Lampung sudah cetak hattrick,” ujar Menpar.

Arief Yahya juga mengatakan, jika Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang cukup produktif dalam menggelar even-even pariwisata. Dalam setahun, Lampung memiliki 53 even, 2 diantaranya sudah masuk dalam agenda even nasional yakni Krui World Surving yang telah dilaksanakan pada bulan April dan Mei yang lalu, dan yang kedua adalah Lampung Krakatau Festival.

Menpar berharap, semakin banyak lagi kegiatan pariwisata Lampung yang masuk dalam kalender pariwisata nasional. Untuk itu, ia berpesan agar Provinsi Lampung dalam pelaksanaan even dapat memenuhi beberapa kriteria even nasional, yakni memperhatikan creative value. Salah satunya berkolaborasi dengan seniman nasional mulai dari desainer, aransemen musik hingga koreografer.

Kemudian harus pula meperhatikan commercial value, artinya kegiatan harus dipromosikan dengan gencar.

“Acara seperti ini harus menarik sebanyak mungkin wisatawan, karenanya saya ingatkan untuk terus promosi, promosi dan promosi. Dan yang terakhir, even-even harus lagi memiliki konsistensi,” jelasnya.

Seperti diketahui, sebelum digelarnya Lampung Krakatau Festival, telah dilaksanakan berbagai kegiatan pre-event, antara lain Lampung tourism goes to school/campus, road to LKF meliputi promosi pariwisata promosi budaya di Magelang. Save Our Beach dilaksanakan di Pulau Sebesi.

Selain itu, untuk menggugah kesadaran masyarakat khususnya kalangan milenial, dilaksanakan flash mob berupa musik dan tarian di beberapa tempat umum seperti mall dan car free day, press conference, lomba cipta puisi Krakatau Award, parade tari dan lagu daerah lampung, Festival Krakatau Kelagian.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan on-event, dilaksanakan kegiatan post-event (akhir bulan Agustus – September). Kegiatannya yaitu lomba blogger & sosmed fotografi berupa penulisan artikel dan foto Lampung Krakatau Festival melalui media online, sehingga diharapkan gaung Lampung Krakatau Festival sampai pada pelaksanaan tahun berikutnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda