Forum Konsultasi Publik dan Reviu Standar Pelayanan Publik BBPBL Lampung Tahun 2026

12

PESAWARAN, BERITAANDA – Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung menggelar kegiatan Forum Konsultasi Publik dan Reviu Standar Pelayanan Publik Tahun 2026 pada Selasa (12/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara daring maupun luring di ruang rapat BBPBL Lampung yang berlokasi di Hanura, Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran.

Pelayanan publik BBPBL Lampung meliputi pembudidayaan ikan/praktik kegiatan pendidikan dan pelatihan budidaya (pelayanan produk), pengujian/pemeriksaan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan, serta layanan konsultasi dan bimbingan teknis bidang pembudidayaan ikan, seperti jasa kunjungan, magang, PKL, dan penelitian. Hal tersebut disampaikan Kepala BBPBL Lampung Supito S.Pi M.Si dalam kegiatan tersebut.

Kemudian, akses pelayanan berbasis online dengan nama Sipandu (Sistem Informasi Pelayanan Terpadu). Sistem ini merupakan layanan informasi dan pelayanan yang dirancang serta disediakan oleh BBPBL Lampung untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan. Kelebihan Sipandu adalah pelayanan yang terpusat dan dapat diakses dengan mudah.

Sementara itu kepada BERITAANDA, Supito menerangkan bahwa tindak lanjut dari forum konsultasi publik dan reviu standar pelayanan ini adalah melakukan desain ulang serta perbaikan pelayanan agar dapat melayani stakeholder secara cepat meskipun tidak datang secara langsung.

Dia juga menyampaikan bahwa inti dari kegiatan hari ini adalah mengenalkan produk-produk BBPBL Lampung kepada masyarakat melalui ranah publik, baik secara online maupun secara langsung.

“Mengenai Sipandu, diharapkan masyarakat dapat mengaksesnya melalui android sehingga ke depan masyarakat bisa mengetahui ketersediaan stok ikan yang akan dibeli dari kami. Begitu juga apabila mereka memerlukan bantuan untuk pengecekan kualitas lingkungan dan kesehatan ikan, hal tersebut dapat dilakukan dengan cepat,” ujarnya.

Terkait pelayanan BBPBL Lampung, beliau menyampaikan bahwa pelayanan ke depan akan terus ditingkatkan dan terus mengalami perubahan. Menurutnya, dalam budidaya laut pihaknya terus belajar agar budidaya laut dapat berjalan efektif dan efisien, karena ke depan teknologi harus mampu menekan biaya produksi sehingga margin usaha menjadi lebih baik.

Selanjutnya, terkait stakeholder pengguna layanan BBPBL Lampung yang cukup banyak, terutama pelaku usaha di keramba jaring apung, yang harus ditingkatkan adalah koordinasi sehingga dapat mengetahui ketersediaan stok ikan yang ada,” ujarnya.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Dinas Perikanan, perguruan tinggi/akademisi, pelaku usaha, LSM, tokoh masyarakat Desa Hanura, dan media online BERITAANDA selaku mitra BBPBL Lampung. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda