KUD Citra Sawit Mandiri Desa Sumber Deras Tandatangani Akad Kredit Perdana KUR Replanting Kelapa Sawit

57

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – KUD Citra Sawit Mandiri Desa Sumber Deras Kecamatan Mesuji melakukan penandatanganan akad kredit perdana KUR replanting kebun kelapa sawit dengan Bank Sumsel Babel. Bertempat di Balai Serbaguna Desa Sumber Deras, Senin [6/9].

Dalam acara tersebut dihadiri oleh Assisten II Provinsi Sumatera Selatan Dr. Ekowati Retnaningsih SKM, M. Kes, Wakil Bupati OKI HM. Dja’far Shodiq, Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo Argo, KGM Sampoerna Agro Eldi Nuzan, GM Plasma Ridwan Sibuea, GM Area-1 Fencentius Sinaga & Staf Perusahaan, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi dan Kabupaten OKI, Muspika Mesuji, Ketua KUD Citra Sawit Mandiri serta para petani plasma Desa Sumber Deras.

Penandatanganan akad kredit tersebut merupakan yang pertama dilakukan oleh Bank Sumsel Babel untuk program peremajaan sawit rakyat di Kabupaten OKI Sumatera Selatan. KUR replanting tersebut diberikan untuk 369 orang anggota KUD Sumber Sawit mandiri senilai Rp 17,5 miliar.

Direktur Pemasaran Bank Sumsel Babel Antonius Prabowo mengatakan, sangat berkomitmen untuk mendampingi petani kelapa sawit dalam melakukan replanting/peremajaan sawit. Dimana petani kelapa sawit mendapatkan dana hibah dari pemerintah melalui BPDPKS senilai Rp 25.000.000 /Ha untuk dana replanting. Namun karena biaya tersebut tidak cukup, maka Bank Sumsel Babel mendampingi bantuan dana pada petani dengan skema KUR khusus.

“Skema KUR khusus untuk petani kelapa sawit ini merupakan wujud kemudahan dan keringan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk pengembangan ekonomi masyarakat atau petani. KUR khusus ini bunganya sangat rendah, ada pembebasan provisi, dan acuan bunga yang diberikan oleh pemerintah langsung diberikan pada petani,” kata Antonius Prabowo.

Replanting kebun plasma kelapa sawit di Desa Sumber Deras itu sendiri sudah dilakukan pada Januari 2020 (sudah berumur 20 bulan) dengan luas 742,65 Ha.

Dalam kata sambutannya, Koordinator GM Sampoerna Agro Eldi Nuzan menyampaikan, bahwa kami sangat berkomitmen dalam pengembangan kelapa sawit masyarakat. Dimana Sampoerna Agro memiliki lahan kemitraan seluas 49% dari luas lahan inti kebun yaitu sekitar 43.000 ha.

“Sampoerna Agro memiliki departemen khusus untuk melakukan pembinaan dan pendampingan kebun kelapa sawit masyarakat. Kita menerapkan Best Management Practice (BMP) untuk pengelolaan kelapa sawit, dan kita juga mendampingi kegiatan-kegiatan non teknis, seperti sertifikasi kebun plasma (RSPO & ISCC ), kelembagaan petani, kerjasama dengan lembaga perbankan dan lain sebagainya,” jelas dia.

Eldi Nuzan menambahkan, Sampoerna Agro mengucapkan ribuan terima kasih kepada semua pihak, Pemprov Sumsel, Pemkab OKI dan Bank Sumsel Babel yang secara khusus memberikan bantuan pinjaman dana untuk tambahan kegiatan replanting.

“Replanting kerjasama dengan Sampoerna Agro menggunakan jenis bibit unggul Bibit Sriwijaya, produksi dari Sampoerna Agro. Kerjasama pengelolaan kebun kelapa sawit ini dapat mengembangkan ekonomi masyarakat baik lokal maupun nasional,” tambah dia.

Pada kesempatan acara tersebut, Wakil Bupati OKI HM. Dja’far Shodiq mengatakan, bantuan dana BPDPKS Rp 25 juta /Ha sangat membantu petani dalam melaksanakan peremajaan kelapa sawit. Kemudian bantuan pinjaman dari Bank Sumsel Babel juga sebagai wujud perhatian pemerintah untuk mempermudah dan meringankan petani dalam melaksanakan replanting.

“Kegiatan replanting kelapa sawit merupakan program pemerintah dengan tujuan menggantikan kelapa sawit agar berproduksi maksimal, sehingga pendapatan petani bisa meningkat. Langkah yang sangat tepat dilakukan oleh KUD Citra Sawit Mandiri bekerjsama dengan Sampoerna Agro, karena kelapa sawit pasti menggunakan bibit unggul dan pengelolaan pastinya akan lebih baik,” terangnya.

Selanjutnya Assisten II Provinsi Sumatera Selatan Ekowati Retnaningsih mengatakan, bahwa petani kelapa sawit memiliki kontribusi pengembangan ekonomi Sumatera Selatan. Kesuksesan petani kelapa sawit akan berpengaruh penting terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.

“Walaupun kondisi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan masih positif, karena ditunjang kegiatan kelapa sawit, dan kelapa sawit tetap berproduksi. Dan kesuksesan petani kelapa sawit Sumatera Selatan menjadi kesuksesan pemerintah provinsi,” jelas dia.

Setelah melakukan penandatanganan akad kredit perdana KUR replanting kebun kelapa sawit dengan Bank Sumsel Babel, Ketua KUD Citra Sawit Mandiri mengatakan bahwa pihaknya sangat senang bisa mendapatkan dana tambahan dari Bank Sumsel Babel.

“Adanya dana dari Bank Sumsel Babel bisa menambah kekurangan pembiayaan replanting. Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih kepada Sampoerna Agro yang mau bermitra dengan kami, karena kami ingin kelapa sawit kami bertumbuh dan berproduksi maksimal, dan memiliki kejelasan pemasaran TBS secara berkelanjutan,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda