Ini Klarifikasi Keluarga Bocah 13 Tahun Disebut Temani Ayahnya yang Sakit

654
Yudhi Wirawati dan Lurah Payaraman Timur saat dibincangi BERITAANDA perihal viralnya bocah bernama Rafli.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Atas postingan di laman Facebook oleh akun Niikeen Putri Kailany pada Jumat (25/2) kemarin, terkait bocah yang mendampingi ayahnya yang terbaring sakit dan kini dirawat di RSUD Tanjung Senai, tuai beragam komentar netizen sehingga ciptakan perasaan tak nyaman keluarga pasien.

Yudhi Wirawati, warga Payaraman Timur selaku keponakan dari pasien yang diketahui bernama Sudarmadi itu,  akhirnya angkat bicara.

Kepada media ini ia menyampaikan bahwa pamannya yang kini sedang dirawat itu, dirinya dan keluarga besar lainnya sangat ekstra membantu pasien.

“Sangat disayangkan postingan akun tersebut, meski niatnya mau membantu namun terkesan malah mendiskreditkan keluarga besar kami, diantaranya Pak Abdi Manaf, Sabki, dan Holati,” ungkapnya mewakili keluarga besar, Sabtu (26/2) sore.

Diakui Yudhi, pamannya itu tidak memiliki anak yang sudah besar, paling besar berusia 13 tahun. Ia beralasan mengapa adik sepupunya yang mendampingi pasien, karena dia serta suaminya serta keluarga besar lainnya banyak beraktifitas yang menuntut untuk bekerja seharian, sehingga tidak bisa setiap saat berada di rumah sakit tersebut.

“Memang keluarga besar kami belum sempat nginap di rumah sakit untuk mendampingi pasien, namun kami secara bergantian selalu menyempatkan membesuk paman kami itu, dan juga tak lupa memberikan uang kepada adik kami Rafli (13), untuk dia bisa jajan sembari dia menemani ayahnya. Sementara untuk pengobatan paman sudah ditanggung BPJS,” terangnya lagi.

Tambahnya, keluarga pasien yang berada di Payaraman Timur terus menyuplai kebutuhan pasien dan juga bocah 13 tahun itu. Hanya saja untuk menemani di rumah sakit, memang tidak memungkinkan karena aktifitas pekerjaan mereka tersebut.

“Namun demikian kami terus berusaha, mencari orang yang bisa menggantikan adik kami Rafli, agar dia tak setiap hari disana,” tutupnya.

Tangkapan layar postingan akun FB tersebut.

Sementara Lurah Payaraman Timur, Iva Barkayami, juga turut bersuara. Ia selaku kepala pemerintahan dari kelurahan setempat mengungkap telah melakukan upaya yang cukup signifikan. Misalnya mengantarkan pasien berobat, baik dari RS. AK. Gani hingga RSUD Tanjung Senai ini.

“Kami maklum keluarga pasien banyak pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan, sementara istri pasien sudah meninggal dunia. Makanya pas pasien dirujuk ke RSUD Tanjung Senai beberapa pekan lalu, saya selaku lurah berinisitif turun tangan. Sedangkan untuk Rafli, anak pasien yang sekarang menemani ayahnya, kami juga akan berupaya memantau agar kesehatan serta kebutuhan dia disana bisa terus terpenuhi,” ucapnya.

Ia berpesan agar pihak – pihak luar yang bukan keluarga dekat dari pasien, agar tak menciptakan suasana keruh, dengan memposting sesuatu di medsos yang akhirnya membuat perasaan tak nyaman bagi keluarga pasien.

Selain itu dia juga mengimbau, misalkan ada yang membuka donasi tanpa persetujuan keluarga pasien, baiknya tidak ditanggapi. Lebih baik langsung ke Yudhi Wirawati, atau juga bisa melalui Pemerintahan Kelurahan Payaraman Timur.

“Ini perlu disampaikan agar bisa meminimalisir oknum – oknum yang tak bertanggung jawab yang mencari kesempatan dibalik sakitnya Pak Sumardi, dan keprihatinan terhadap anaknya yang setia mendampingi,” pungkas dia.

Sebelumnya salah satu akun FB, Niikeen Putri Kailany, memposting dilini masanya terkait Rafli (13) yang setiap hari menemani ayahnya. Dari postingannya itulah memantik beragam reaksi warga jagad maya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda