Herman Deru: Literasi Jadi Tameng Masyarakat di Tengah Ledakan AI

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai harus diimbangi dengan penguatan literasi masyarakat. Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengingatkan, kemajuan teknologi tanpa kemampuan literasi yang memadai justru dapat membawa masyarakat pada penggunaan teknologi yang keliru.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat membuka Festival Literasi Sumsel 2026 di The Sultan Convention Center, Palembang, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Herman Deru, teknologi, termasuk AI, harus dimanfaatkan secara optimal untuk berbagai kebutuhan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Namun, pemanfaatannya harus berjalan beriringan dengan kemampuan masyarakat dalam memahami, memilah, dan menyaring informasi.

“Teknologi harus kita manfaatkan secara optimal, salah satunya penggunaan AI. Tetapi, kemajuan teknologi harus dibarengi dengan literasi. Dengan kemajuan literasi, masyarakat tidak terjerumus ke hal-hal yang salah,” kata Herman Deru.

Ia mengaku bangga dengan capaian literasi Sumatera Selatan di tingkat nasional. Berdasarkan capaian yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, Sumsel kini berada di peringkat ketiga nasional dalam literasi membaca atau Indeks Kegemaran Membaca (IKM).

Tak hanya itu, Sumsel juga meraih juara pertama Financial Literacy Award 2026 kategori pemerintah daerah dengan program literasi keuangan terbaik yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumsel disebut menjadi satu-satunya daerah yang meraih penghargaan tersebut.

Herman Deru menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa penguatan literasi yang dibangun di Sumsel sejak 2019 mulai membuahkan hasil. Menurutnya, keberhasilan itu merupakan buah dari konsistensi berbagai pihak dalam menjalankan gerakan literasi, bukan hanya pemerintah.

“Pondasi literasi yang telah ditanamkan Duta Literasi Sumsel almarhum Perca berhasil dan sukses,” ujarnya.

Herman Deru menegaskan, peningkatan budaya literasi di Sumsel tidak bisa hanya dibebankan kepada Duta Literasi Sumsel. Duta literasi di tingkat kabupaten dan kota, para guru, sekolah, hingga perpustakaan memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di tengah masyarakat.

Ia juga mengingatkan bahwa literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis. Seiring perkembangan zaman, cakupan literasi semakin luas, termasuk literasi digital dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi derasnya arus informasi. Karena itu, masyarakat dituntut memiliki kemampuan literasi yang kuat agar mampu membedakan informasi yang benar dan keliru sekaligus menggunakan teknologi secara bijak.

“Jangan sampai kemajuan teknologi justru disalahgunakan. AI harus menjadi sarana yang memberikan manfaat, bukan membawa kerugian bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Duta Literasi Sumsel dr. Hj. Ratu Tenny Leriva MM mengatakan, Festival Literasi Sumsel 2026 berlangsung meriah dan khidmat. Tahun ini, festival mengangkat tema ‘Literasi Bersinar, Peradaban Mengakar’.

Menurut Ratu Tenny, tema tersebut mengandung pesan agar masyarakat terus meningkatkan kemampuan diri di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.

“Tema ini memiliki makna agar kita terus meng-upgrade dan mengembangkan diri sehingga kemajuan teknologi bisa menjadi teman, bukan musuh atau disalahgunakan,” katanya.

Ia mengatakan literasi saat ini dapat dikembangkan melalui literasi digital maupun literatur. Namun, kemajuan teknologi dan arus globalisasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya serta pemahaman terhadap sejarah.

“Di tengah era globalisasi dengan berbagai kemajuan teknologi, masyarakat tetap harus menjadi pribadi yang memiliki akar budaya dan memahami sejarah agar dapat terus melestarikan budaya,” ujarnya.

Ratu Tenny juga menyebut capaian IKM Sumsel telah mencapai 86, menempatkan Sumsel di posisi ketiga tertinggi secara nasional.

“Alhamdulillah, Indeks Kegemaran Membaca (IKM) Sumsel mencapai 86 atau peringkat tiga tertinggi nasional. Ini berkat sinergi dan kolaborasi yang dilakukan. Saat ini semakin banyak lahir tokoh-tokoh yang peduli terhadap literasi sehingga mengajak komunitas maupun lingkungannya untuk meningkatkan indeks literasi di Sumatera Selatan,” kata Ratu Tenny. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda