Pegadaian Palembang Dukung Gerakan Pilah Sampah ASLINMAS, Salurkan Bantuan ke 5 Provinsi

3

PALEMBANG, BERITAANDA – PT Pegadaian (Persero) memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dengan mendukung Gerakan Pilah Sampah yang diinisiasi Asosiasi Satuan Pelindung Masyarakat Indonesia (ASLINMAS).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui Program Memilah Sampah Menabung Emas dengan menyalurkan lima unit kendaraan pengangkut sampah jenis bentor/Viar dan 50 karung pilah sampah untuk masyarakat di lima provinsi.

Bantuan tersebut mencakup Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian Apel Akbar Satlinmas dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia, sekaligus Deklarasi, Pelantikan, dan Pengukuhan DPP ASLINMAS serta DPD ASLINMAS se-Indonesia di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring Sport City (JSC), Palembang.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Budi Wahju Soesilo, bersama jajaran Pegadaian, ASLINMAS, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Novryandi, mengatakan dukungan terhadap gerakan pilah sampah merupakan bagian dari upaya perusahaan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami percaya bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten. Memilah sampah mungkin terlihat sebagai langkah kecil, tetapi ketika dilakukan bersama-sama oleh masyarakat, dampaknya dapat menjadi sangat besar,” ujar Novryandi, Rabu (2/9/2026).

Menurutnya, Program Memilah Sampah Menabung Emas tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan serta literasi dan inklusi keuangan.

“Melalui Program Memilah Sampah Menabung Emas, PT Pegadaian ingin menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan dan literasi keuangan masyarakat,” katanya.

Novryandi menilai kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, organisasi masyarakat, dan masyarakat menjadi kunci dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Ia berharap bantuan sarana pengangkutan dan pemilahan sampah yang diberikan tidak berhenti sebagai dukungan fasilitas, tetapi mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat.

“Bantuan ini bukan sekadar penyediaan sarana pengangkutan dan pemilahan sampah. Kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat, sehingga memilah sampah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari,” jelasnya.

Menurut Novryandi, sampah yang selama ini dipandang sebagai persoalan dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan tepat melalui proses pemilahan.

Semangat tersebut, lanjut dia, sejalan dengan edukasi Pegadaian mengenai pentingnya mengelola aset dan keuangan secara bijak.

“Yang kami dorong melalui program ini bukan hanya masyarakat yang semakin peduli terhadap sampah, tetapi juga masyarakat yang semakin memahami pentingnya mengelola sesuatu dengan baik. Ketika sampah dipilah, kita mendapatkan nilai yang berbeda. Begitu juga dengan keuangan, ketika dikelola dan direncanakan dengan baik, dapat menjadi aset untuk masa depan,” ungkap Novryandi.

Dukungan Pegadaian melalui program Pegadaian Peduli tersebut menjangkau lima provinsi, yakni Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Salah satu implementasinya terlihat di Kepulauan Bangka Belitung melalui penyerahan kendaraan pengangkut sampah yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan di Palembang.

Kendaraan tersebut diharapkan dapat membantu proses pengumpulan dan pengelolaan sampah masyarakat di lapangan.

Dengan cakupan penerima di lima provinsi, Pegadaian berharap Gerakan Pilah Sampah dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak masyarakat.

Novryandi menegaskan, keberhasilan program lingkungan tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga keberlanjutan gerakan setelah bantuan diterima.

“Kami ingin gerakan ini tidak berhenti pada seremoni penyerahan bantuan. Justru setelah bantuan diterima, gerakannya harus semakin besar,” tegasnya.

Ia berharap lima provinsi penerima dukungan dapat menjadi contoh bahwa kolaborasi antara masyarakat, organisasi, pemerintah, dan dunia usaha mampu menghasilkan perubahan yang lebih luas.

Program Memilah Sampah Menabung Emas menjadi bagian dari rangkaian kegiatan nasional ASLINMAS yang mempertemukan unsur Satlinmas dan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah di Indonesia.

Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah sekaligus mendorong keterlibatan aktif dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Bagi Pegadaian, dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan melalui program yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi ASLINMAS dan seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari gerakan ini. PT Pegadaian akan terus berupaya hadir melalui program-program yang memberikan manfaat nyata,” pungkas Novryandi.

Melalui Pegadaian Peduli, perusahaan berkomitmen memperluas kontribusi sosial dan lingkungan dengan menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dukungan terhadap Gerakan Pilah Sampah menjadi salah satu bentuk upaya Pegadaian mendorong keberlanjutan lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda