BNNK OKI Perkuat Ketahanan Keluarga dari Ancaman Narkoba, 20 Warga Desa Sukarami Disiapkan Jadi Garda Terdepan OKI Bersinar

1

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke tingkat desa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui program strategis ketahanan keluarga anti narkoba.

BNNK OKI menggelar rapat koordinasi pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba di Desa Sukarami, Kecamatan Tanjung Lubuk, Kabupaten OKI, Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Desa Sukarami tersebut dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan DIPA BNNK OKI Nomor SP DIPA-066.01.2.403709/2026, yang bertujuan membangun daya tangkal keluarga terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Ketua Tim Pencegahan BNNK OKI Masrohaya L. Gaol SKM M.Kes, didampingi Penata Layanan Operasional Yessy Tri Anggraini SH, serta Staf Humas Mario Septiawan SP.

Rapat koordinasi ini diikuti 20 peserta dari unsur masyarakat Desa Sukarami, Kecamatan Tanjung Lubuk. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan berlangsung.

Acara diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars BNN secara khidmat sebagai simbol komitmen bersama dalam memerangi narkoba. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sukarami, yang menyambut baik penetapan Desa Sukarami sebagai desa percontohan program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pencegahan BNNK OKI Masrohaya L. Gaol menyampaikan harapannya agar Desa Sukarami dapat menjadi garda terdepan sekaligus mitra utama BNNK OKI dalam mewujudkan Kabupaten OKI Bersinar (Bersih Narkoba).

“Ketahanan keluarga adalah benteng pertama dan utama. Jika keluarga kuat, maka anak-anak kita akan memiliki daya tangkal yang kuat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba,” ujar Masrohaya di hadapan peserta.

Kegiatan inti diisi dengan pemaparan materi oleh dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Silvia Fakhrunnisa S.Gz dari TP PKK Kabupaten OKI, menyampaikan materi mengenai strategi penguatan ketahanan keluarga dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkoba.

Ia menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, pola asuh yang tepat, serta pemenuhan kebutuhan gizi dan kasih sayang dalam keluarga sebagai kunci pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Materi kedua disampaikan langsung oleh Ketua Tim Pencegahan BNNK OKI Masrohaya L. Gaol. Ia menjelaskan secara komprehensif konsep dan pelaksanaan ketahanan keluarga anti narkoba, mulai dari deteksi dini, upaya membangun keterbukaan antar anggota keluarga, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan apabila terdapat anggota keluarga yang terpapar narkoba.

Menurut BNNK OKI, rapat koordinasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah awal untuk memperkuat koordinasi dan menyusun perencanaan pelaksanaan program ketahanan keluarga anti narkoba di Desa Sukarami pada 2026. Melalui perencanaan yang matang, program ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui program ini, BNNK OKI optimistis dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba mulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga. Keluarga yang harmonis, komunikatif, dan berdaya diharapkan mampu melahirkan generasi OKI yang sehat, cerdas, dan bebas dari narkoba. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda