Gagal Bayi Tabung Berulang? Teknologi IVA di Alhaya Fertility Kuala Lumpur Jadi Alternatif Penanganan

1

PALEMBANG, BERITAANDA – Kegagalan program bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) yang berulang dapat menjadi tantangan besar bagi pasangan yang mendambakan keturunan. Dalam kondisi tersebut, evaluasi medis menyeluruh dan konsultasi dengan spesialis fertilitas dapat membantu pasangan memahami penyebab kegagalan sekaligus menentukan pilihan penanganan selanjutnya.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan untuk pasien dengan kondisi tertentu adalah In-Vitro Activation (IVA), teknologi yang dikembangkan untuk membantu mengaktivasi folikel ovarium pada pasien dengan Primary Ovarian Insufficiency (POI).

Topik tersebut menjadi bagian dari edukasi fertilitas yang diikuti 24 pasangan di Palembang. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Wan Syahirah Yang Mohsin, atau yang dikenal sebagai Dr. Sera, spesialis obstetri dan ginekologi dari Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur, Malaysia, yang berkolaborasi dengan Medical Concierge Asia.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Sera menjelaskan berbagai faktor yang dapat memengaruhi kesuburan, mulai dari gangguan hormon, masalah ovulasi, endometriosis, hingga penurunan cadangan sel telur. Usia serta kondisi reproduksi kedua pasangan juga menjadi faktor penting dalam menentukan strategi penanganan infertilitas.

Sindrom ovarium polikistik atau Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), misalnya, dapat mengganggu keseimbangan hormon dan proses ovulasi. Sementara itu, endometriosis berpotensi memengaruhi fungsi organ reproduksi dan kesuburan. Adapun kadar Anti-Müllerian Hormone (AMH) dapat menjadi salah satu indikator untuk menilai cadangan ovarium pada perempuan.

Salah satu teknologi yang diperkenalkan dalam edukasi tersebut adalah In-Vitro Activation (IVA). Pendekatan ini ditujukan bagi pasien tertentu dengan POI, yaitu kondisi ketika fungsi ovarium mengalami penurunan sebelum usia 40 tahun.

Secara umum, prosedur IVA bertujuan membantu merangsang aktivasi folikel yang masih tersisa di ovarium. Namun, kesesuaiannya perlu ditentukan melalui pemeriksaan dan evaluasi oleh dokter spesialis. Hasil penanganan juga dapat berbeda pada setiap pasien, sehingga teknologi ini tidak dapat dianggap sebagai jaminan kehamilan.

Dr. Sera turut membagikan pengalaman penanganan pasien yang telah berjuang mendapatkan keturunan selama sembilan tahun. Pasien tersebut memiliki riwayat endometriosis dan pernah mengalami dua kali kegagalan program IVF di pusat fertilitas berbeda.

Setelah menjalani evaluasi serta penanganan medis secara bertahap di Alhaya Fertility Centre, pasien tersebut dilaporkan berhasil hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan.

Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap kondisi pasien, termasuk mempertimbangkan penyesuaian strategi pengobatan berdasarkan riwayat medis dan respons terhadap penanganan sebelumnya.

Pada 2026, Alhaya Fertility Centre juga mengumumkan keberhasilan kehamilan yang diklaim sebagai kasus pertama di Asia Tenggara setelah menjalani prosedur IVA.

Menurut informasi yang disampaikan pihak klinik, pasien berusia 33 tahun tersebut memiliki riwayat POI dan kadar AMH yang sangat rendah. Pasien dilaporkan berhasil hamil secara alami sekitar tujuh bulan setelah menjalani prosedur IVA pada Juli 2025.

Meski memberikan harapan bagi sebagian pasien dengan kondisi reproduksi tertentu, IVA masih merupakan pendekatan yang memerlukan pertimbangan medis secara cermat. Pemilihan prosedur perlu didasarkan pada kondisi individual pasien, bukti ilmiah yang tersedia, serta penjelasan dokter mengenai manfaat, risiko, dan keterbatasan penanganannya.

Keberhasilan program kehamilan juga dipengaruhi berbagai faktor. Karena itu, komunikasi yang baik antara pasien dan dokter, pemeriksaan menyeluruh, serta pemilihan metode yang sesuai menjadi bagian penting dalam perjalanan penanganan infertilitas.

Sebagai bagian dari Alpha IVF Group Berhad, Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur menyediakan berbagai layanan fertilitas, termasuk program IVF serta teknologi pendukung seperti Piezo-ICSI, PICSI, dan EmbryoScope+.

Klinik ini juga mengusung pendekatan yang ramah bagi pasien Muslim, dengan perhatian terhadap privasi dan kenyamanan selama menjalani program kehamilan. Pilihan konsultasi dan penanganan bersama dokter spesialis perempuan turut menjadi pertimbangan bagi pasien yang membutuhkan layanan fertilitas di Malaysia.

Bagi pasangan yang telah lama berjuang mendapatkan keturunan atau mengalami kegagalan IVF berulang, konsultasi lanjutan dan second opinion dapat menjadi langkah untuk memahami kondisi kesuburan secara lebih menyeluruh. Melalui evaluasi tersebut, pasien dapat berdiskusi dengan dokter mengenai pilihan penanganan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi medis masing-masing.

Untuk membantu akses pasien Indonesia terhadap layanan kesehatan di Malaysia, Medical Concierge Asia menyediakan informasi mengenai konsultasi lanjutan, koordinasi pasien, serta pilihan perawatan di Alhaya Fertility Centre Kuala Lumpur.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Medical Concierge Asia di nomor +62 821-3166-4124 atau melalui email booking@medicalconciergeasia.com.

Dengan pendampingan yang tepat dan informasi medis yang memadai, pasangan diharapkan dapat mengambil keputusan secara lebih terarah dalam menjalani perjalanan menuju kehamilan. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda