Hadiri Pengajian BKMT, Dolly Pasaribu: Jadilah Pelopor Persatuan dan Kesatuan Umat

501
Anggota DPRD Tapsel, Dolly Putra Parlindungan Pasaribu saat memberi kata sambutan di acara pengajian akbar BKMT, Selasa (14/1/2020), di Pintu Padang, Angkola Selatan.

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) harus menjadi pelopor persatuan dan kesatuan umat. Keberadaannya pun sangat diharapkan mendatangkan manfaat besar bagi warga Tapanuli Selatan (Tapsel).

“BKMT merupakan organisasi independen yang bisa mempersatukan keanekaragaman warna,” kata Ketua DPRD Tapsel yang diwakili anggota Dolly Putra P. Pasaribu, saat berbicara di acara pengajian akbar BKMT, yang digelar di Pintu Padang, Angkola Selatan, Selasa (14/1/2020).

BKMT bagian dari lingkungan sosial yang memilki kedudukan strategis. Berperan sebagai wahana pendidikan untuk menanamkan akhlak mulia, meningkatkan ketakwaan, pengetahuan, dan kecakapan. Juga mencerdaskan kehidupan serta memajukan kesejahteraan umat dibingkai mencari keridhaan Allah.

“Mari bersama-sama, meningkatkan persatuan dan kesatuan serta ukhuwah Islamiyah dalam mendukung keberlanjutan pembangunan di Tapsel. Serta mendorong anak-anak kita selaku generasi penerus bangsa agar selalu gemar membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” ajak Dolly.

Landasannya, ungkap dia, salah satu penyebab merosotnya moral generasi muda saat ini, ialah dikarenakan anak-anak dan remaja mulai enggan mengaji bahkan mengkaji Alquran. Akibatnya, akhlak dan perilaku mereka menjadi kurang bagus terhadap orang tua, saudara, teman dan lingkungan tempat tinggal mereka.

Pemkab Tapsel sendiri, menurut Dolly, sangat berupaya keras menanamkan moral Qurani terhadap kalangan generasi muda. Salah satu upaya tersebut diimplementasikan melalui tiap kecamatan. Yakni setiap tahunnya secara rutin secara bergilir dihunjuk menjadi tuan rumah pelaksana musabaqah tilawatil quran (MTQ).

“Seperti di Kecamatan Angkola Selatan yang pada Februari mendatang akan menjadi tuan rumah gelaran MTQN ke-52 tingkat kabupaten. Hal ini merupakan indikator bahwa Kabupaten Tapsel di bawah kepemimpinan Bupati Syahrul perhatian pada bidang keagamaan,” ujar Dolly.

Bahkan, sambung dia, selepas gelaran MTQN, pemkab selalu berupaya meninggalkan sebuah bangunan (tribun) monumental. Kedepannya, bangunan tersebut dapat dipergunakan oleh masyarakat dan pemerintah untuk beragam kegiatan yang bersifat kepentingan umum.

Pada kesempatan itu, Sekcam Musmuliadi menyampaikan, bahwasanya camat tidak bisa hadir bersama di pengajian dikarenakan ada tugas yang sangat penting bersama bupati, dalam rangka kunjungan kerja ke Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan.

Pengajian yang diisi oleh ceramah Al-Ustadz Muhammad Rambe tersebut turut dihadiri Forkopimcam, Ketua BKMT, Ketua IPHI, Ketua MUI Kecamatan, Ketua KUA Kecamatan, Ketua DMI Angkola Selatan, Ketua PKDT Tapsel, para kades/lurah, kepsek, kapus, PPL Pertanian dan KB. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda