Gubernur Mirza Dorong Desa Jadi Fokus Pembangunan, Sinergi TNI dan Pemda Diperkuat

4

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Provinsi Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota dan TNI memperkuat sinergi pembangunan desa melalui penandatanganan kesepakatan bersama sinergi pembangunan daerah dalam mendukung program DesaKu Maju di Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Jumat (21/8/2026).

Kesepakatan bersama ditandatangani Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dan Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kesepakatan tersebut bukan sekadar penandatanganan dokumen, melainkan momentum untuk menyatukan komitmen seluruh pihak dalam membangun desa secara terarah dan terpadu.

“Pertemuan hari ini bukan sekadar penandatanganan dokumen bersama. Hari ini kita sedang menyatukan komitmen, bagaimana Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten dan kota, serta program dari TNI bergerak dalam satu arah membangun desa-desa di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat stabilitas sekaligus memastikan kehadiran negara di tengah masyarakat. Kehadiran TNI di wilayah juga dinilai penting dalam mendukung pemerintah daerah dan membantu menciptakan suasana yang kondusif di masyarakat.

“Saya punya cita-cita Lampung harus kompak. Masyarakat kita harus punya semangat berjuang,” katanya.

Gubernur menjelaskan, Pemprov Lampung terus mendorong berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat desa. Di sektor pertanian, Pemprov Lampung mengembangkan Pupuk Hayati Cair (PHC) dengan target distribusi menjangkau petani di seluruh wilayah Lampung.

Selain itu, Pemprov Lampung menyiapkan dukungan berupa mesin bed dryer serta program pelatihan vokasi bagi penduduk desa usia produktif, khususnya masyarakat yang belum memiliki keterampilan kerja.

Program pembangunan desa juga mencakup penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi serta pembangunan infrastruktur jalan desa. Seluruh program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemprov Lampung untuk menjadikan desa sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah.

“Kesepakatan yang kita tandatangani ini menjadi langkah bersama untuk mempercepat pelaksanaan program desa kita,” ujarnya.

Gubernur menegaskan, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI tidak dimaksudkan untuk mengambil alih kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Pemerintah daerah tetap menjadi penanggung jawab dalam perencanaan, penetapan prioritas, dukungan program dan anggaran, serta pengendalian dan evaluasi.

“Sinergi ini bukan mengambil alih tugas bupati, bukan mengambil alih wewenang masing-masing, tetapi justru untuk memperkuat kapasitas kita agar mencapai tujuan bersama,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XXI/Radin Inten, jajaran TNI, para bupati dan wali kota, serta seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Program DesaKu Maju.

Ia meyakini, perpaduan kebijakan pemerintah daerah dengan kemampuan kewilayahan TNI, dukungan dunia usaha, perguruan tinggi, dan partisipasi masyarakat akan mempercepat penyelesaian berbagai tantangan pembangunan di desa.

“Semoga kesepakatan yang kita tandatangani ini menjadi awal dari kerja bersama yang konkret, produktif, akuntabel, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Provinsi Lampung,” pungkasnya. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda