15 Warga Binaan Rutan Kotabumi Ikuti Program SMA Terbuka

5

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Pendidikan menjadi jalan yang tetap terbuka bagi siapa saja. Hal itu kini dirasakan 15 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, yang mendapat kesempatan kembali mengenyam pendidikan melalui program SMA Terbuka.

Program SMA Terbuka tersebut diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Kotabumi yang ditunjuk sebagai salah satu sekolah induk penyelenggara program SMA Terbuka di Provinsi Lampung.

Program ini memberikan kesempatan bagi anak-anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun untuk kembali melanjutkan pendidikan hingga jenjang SMA. Menariknya, akses pendidikan tersebut juga dibuka bagi warga binaan yang berada di Rutan Kotabumi.

Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri mengatakan, program tersebut mendapat sambutan yang sangat positif. Antusiasme bahkan terlihat dari terus bertambahnya warga binaan yang mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan pembelajaran.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan,” ungkap Media Sari Putri saat diwawancarai, Rabu (7/10/2026).

Saat ini, sebanyak delapan siswa tercatat aktif mengikuti pembelajaran di TKB SMAN 1 Kotabumi. Sementara itu, jumlah siswa dari kalangan warga binaan di Rutan Kotabumi telah mencapai 15 orang.

Untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan, SMAN 1 Kotabumi menerapkan sistem jemput bola. Guru-guru mata pelajaran datang langsung ke Rutan Kotabumi untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa.

“Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama tiga tahun,” jelas kepala sekolah yang akrab disapa Uti tersebut.

Menurut Media Sari, keberadaan program SMA Terbuka tidak hanya menjadi alternatif pendidikan bagi anak-anak yang putus sekolah, tetapi juga membuka kesempatan bagi mereka untuk kembali memiliki akses terhadap pendidikan formal.

Namun, dibalik antusiasme warga binaan, sekolah masih menghadapi tantangan dalam menjangkau anak-anak putus sekolah di tengah masyarakat. Hingga kini, sebagian besar siswa yang terdaftar masih berasal dari wilayah Kecamatan Kotabumi dan daerah sekitarnya.

“Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan menyosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa. Namun, kendala utamanya adalah jarak, serta fakta bahwa umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja ke luar daerah,” paparnya.

Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah mencari pola pembelajaran yang lebih mudah dijangkau. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan yang berdekatan.

Dengan adanya titik belajar tersebut, siswa diharapkan tidak perlu menempuh jarak terlalu jauh untuk mengikuti proses pembelajaran. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah memperluas jangkauan program SMA Terbuka di Lampung Utara.

Tak hanya memperluas akses pendidikan, SMAN 1 Kotabumi juga mulai melakukan pengembangan dari sisi teknologi. Sekolah tersebut tengah menyiapkan inovasi digital berbasis Smart PC Visualisasi untuk mendukung pengelolaan sekolah.

“Ke depan kita juga punya inovasi terbaru dalam pengelolaan sekolah melalui Smart PC Visualisasi, di mana sistem absensi akan terintegrasi langsung ke dalam website,” pungkasnya.

Program SMA Terbuka SMAN 1 Kotabumi diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak yang sempat meninggalkan bangku sekolah. Kehadiran program ini juga menjadi upaya untuk memperluas akses pendidikan, termasuk bagi warga binaan yang masih memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Bagaimana Menurut Anda