Gubernur Herman Deru Kukuhkan Pengurus IKPM Sumsel Yogyakarta 2026–2028

1

YOGYAKARTA, BERITAANDA – Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, secara resmi mengukuhkan Pengurus Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan Yogyakarta Periode 2026–2028.

Pengukuhan yang berlangsung di Yogyakarta itu menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dengan mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul.

Acara tersebut dihadiri oleh Hj. Febrita Lustia, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Dharma Wanita Persatuan Provinsi Sumatera Selatan, para Kepala OPD, tokoh masyarakat, akademisi, Pengurus IKABESS, alumni, serta ratusan mahasiswa asal Sumatera Selatan yang sedang menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan Yogyakarta Periode 2026–2028, Thomas Antoni, menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan yang dilakukan langsung oleh Gubernur Herman Deru. Menurutnya, kehadiran Gubernur beserta rombongan menjadi bentuk perhatian sekaligus motivasi bagi mahasiswa Sumatera Selatan untuk terus meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi bagi pembangunan daerah.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi simbol kepercayaan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan kepada mahasiswa sebagai generasi penerus pembangunan. Amanah ini akan kami jawab dengan karya nyata, kolaborasi, dan pengabdian,” ujar Thomas.

Sebagai bentuk dukungan kepada organisasi mahasiswa, Gubernur Herman Deru menyerahkan bantuan untuk memperkuat kas organisasi serta satu unit laptop guna menunjang operasional sekretariat IKPM Sumatera Selatan Yogyakarta.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program strategis mahasiswa, seperti pemberian beasiswa, program mudik gratis, penyelenggaraan pagelaran budaya Sumatera Selatan, hingga pemberdayaan UMKM mahasiswa sebagai bagian dari pembinaan generasi muda yang produktif dan berdaya saing.

Dalam sambutannya, Herman Deru menegaskan bahwa Yogyakarta memiliki posisi strategis sebagai salah satu kota tujuan utama putra-putri Sumatera Selatan dalam menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, keberadaan mahasiswa di kota pelajar tersebut menjadi perhatian khusus Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan pendataan IKPM Sumatera Selatan Yogyakarta, saat ini terdapat sekitar 4.700 mahasiswa asal Sumatera Selatan yang sedang menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta. Pendataan tersebut masih terus dilakukan untuk membangun basis data mahasiswa Sumatera Selatan secara lebih komprehensif.

Sementara itu, Ketua IKABESS, Prof. Dr. Dafri Agussalim MA menjelaskan, bahwa angka tersebut baru mencakup mahasiswa. Jika digabungkan dengan pelajar serta masyarakat Sumatera Selatan yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta dari berbagai profesi, jumlahnya diperkirakan mencapai lebih dari 25 ribu orang.

Menurutnya, potensi tersebut merupakan modal besar bagi pembangunan Sumatera Selatan apabila mampu disinergikan melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, alumni, dan mahasiswa.

“Potensi lebih dari 25 ribu masyarakat Sumatera Selatan di Yogyakarta merupakan kekuatan besar yang harus disinergikan. Apabila seluruh potensi intelektual, profesional, dan alumni ini dihimpun, maka akan menjadi modal strategis bagi pembangunan Sumatera Selatan di masa depan,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, karakter, serta kemampuan intelektual yang baik. Karena itu, mahasiswa harus dipersiapkan menjadi calon pemimpin yang mampu melahirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi kemajuan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Thomas Antoni juga memaparkan visi kepengurusan bertajuk ‘Berakar dari Budaya, Bergerak untuk Pengabdian’, yang akan diwujudkan melalui berbagai program unggulan, diantaranya program beasiswa, mudik gratis mahasiswa, Gelar Budaya Sumatera Selatan, serta Makrab Raya Mahasiswa Sumatera Selatan se-Pulau Jawa sebagai wadah mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan budaya Sumatera Selatan di tingkat nasional.

Selain memaparkan program kerja, IKPM Sumatera Selatan Yogyakarta juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, antara lain penyelesaian legalitas Pondok Mesudji, pembangunan pagar, pembentukan tim hukum, serta penataan Balai Sriwijaya melalui pemeliharaan, kejelasan status aset, dan penyediaan fasilitas agar dapat berfungsi optimal sebagai pusat aktivitas mahasiswa Sumatera Selatan di Yogyakarta.

Thomas berharap sinergi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Bank Sumsel Babel, IKABESS, alumni, dan seluruh masyarakat Sumatera Selatan di perantauan terus diperkuat guna mendukung pengembangan mahasiswa sebagai investasi pembangunan daerah.

Menutup sambutannya, Thomas mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan nilai-nilai organisasi sebagai landasan dalam belajar, berkarya, dan mengabdi.

“Yakinkan dengan iman, usahakan dengan ilmu, sampaikan dengan amal, maka yakin usaha sampai. Dengan nilai itulah kami berkomitmen untuk terus belajar, berkarya, dan mengabdi bagi Sumatera Selatan dan Indonesia,” tuturnya.

Pengukuhan Pengurus IKPM Sumatera Selatan Yogyakarta Periode 2026–2028 diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, IKPM, IKABESS, alumni, dan masyarakat Sumatera Selatan di perantauan untuk mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Sumatera Selatan menuju Indonesia Emas. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda