Putra Papua Pilih Politeknik Agraria STPN untuk Wujudkan Cita-Cita Membangun Daerah Asal

3

YOGYAKARTA, BERITAANDA – Keinginan untuk kembali dan berkontribusi dalam pembangunan daerah menjadi motivasi kuat bagi sejumlah generasi muda Papua dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi. Berbekal semangat tersebut, mereka memilih menimba ilmu di Politeknik Agraria STPN, perguruan tinggi kedinasan di bawah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), guna memperdalam pengetahuan dan keterampilan di bidang pertanahan serta tata ruang.

Salah satunya adalah Alfando Almendo, Taruna Tingkat II asal Manokwari, Papua Barat. Menurutnya, Papua masih membutuhkan banyak sumber daya manusia yang memiliki kompetensi di bidang agraria untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Saat memutuskan kuliah di Politeknik Agraria STPN, saya berpikir sederhana, yaitu ingin ikut membangun daerah asal saya. Papua masih membutuhkan banyak pembangunan dan tentu memerlukan SDM yang memahami bidang pertanahan dan tata ruang,” ujar Alfando.

Ia menilai berbagai persoalan pertanahan yang masih terjadi di Papua menjadi alasan kuat baginya untuk mendalami ilmu agraria. Alfando berharap ilmu yang diperoleh selama masa pendidikan dapat menjadi bekal untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan tersebut ketika kembali ke tanah kelahirannya.

Selain memperoleh pengetahuan akademik yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah, Alfando juga merasakan manfaat dari sistem pendidikan berasrama yang diterapkan di Politeknik Agraria STPN. Menurutnya, lingkungan pendidikan tersebut turut membentuk karakter, kedisiplinan, serta kemampuan kepemimpinan.

“Disini kami tidak hanya belajar akademik, tetapi juga dilatih disiplin, kepemimpinan, dan hidup berdampingan dengan teman-teman dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman ini menjadi modal penting untuk membangun sinergi dalam mendukung kemajuan Papua,” katanya.

Semangat yang sama juga dimiliki Rafael Korwa, Taruna Tingkat II asal Merauke, Papua Selatan. Ketertarikannya terhadap peta sejak kecil menjadi pintu masuk untuk mengenal dunia survei dan pertanahan. Seiring proses pendidikan yang dijalani, Rafael menyadari bahwa bidang agraria memiliki peran strategis dalam kehidupan masyarakat.

“Sejak kecil saya senang melihat peta. Setelah mempelajari bidang pertanahan, saya memahami bahwa ilmu ini sangat penting untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat, termasuk sengketa tanah yang kerap terjadi di lingkungan sekitar saya,” ungkap Rafael.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami hak atas tanah maupun aspek hukum pertanahan. Oleh karena itu, kebutuhan akan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang agraria menjadi semakin penting, khususnya di wilayah dengan karakteristik pertanahan yang kompleks seperti Papua.

“Harapan saya setelah lulus nanti adalah kembali ke daerah dan membagikan ilmu yang saya peroleh kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih memahami hak-haknya dan tidak mudah dirugikan dalam urusan pertanahan,” tuturnya.

Bagi Alfando dan Rafael, pendidikan di Politeknik Agraria STPN bukan sekadar sarana meraih gelar, tetapi juga langkah strategis untuk mempersiapkan diri menjadi bagian dari pembangunan daerah. Keduanya berharap ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Papua, khususnya dalam mewujudkan tata kelola pertanahan dan tata ruang yang lebih baik.

Kisah mereka menunjukkan bahwa kebutuhan akan sumber daya manusia yang kompeten di bidang agraria tidak hanya diperlukan di pusat-pusat pembangunan, tetapi juga di daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan terkait pertanahan dan tata ruang. Melalui pendidikan, generasi muda memiliki peluang untuk mengambil peran aktif dalam mendorong kemajuan daerahnya.

Bagi lulusan SMA/sederajat yang tertarik mendalami bidang pertanahan dan tata ruang, pendaftaran Taruna/Taruni Politeknik Agraria STPN masih dibuka hingga 18 Juni 2026. Informasi mengenai persyaratan, tahapan seleksi, dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui situs resmi Politeknik Agraria STPN. (*)

Bagaimana Menurut Anda