Gagal Ikut Pilkades, Sekelompok Massa di Paluta Curi Surat Suara

821
Kapolres Tapsel Irwa Zaini Adib didamping Wakapolres Kompol Jumanto, Kasat Reskrim AKP Alexander, dan Kasubbag Humas IPTU Alpian Tanjung dengan menghadirkan para tersangka pencurian surat suara Pilkades Kosik Putih, Paluta, dalam press release di Sopo Martahi, Mapolres Tapsel, Rabu (20/11/2019).

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Sebelas orang warga Desa Kosik Putih Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), terpaksa menjadi pesakitan karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian.

“Mereka mencuri kotak suara di Desa Kosik Putih,” kata Kapolres Tapsel Irwa Zaini Adib didampingi Wakapolres Kompol Jumanto, Kasat Reskrim AKP Alexander, dan Kasubbag Humas IPTU Alpian Sitepu dalam keterangan press release-nya, di Sopo Martahi, Mapolres setempat, Rabu (20/11/2019) sore.

Lebih jauh Kapolres menjabarkan, motif pecurian kotak suara tersebut berawal dari ketidakpuasan tersangka berinisial PY, Su, dan La yang tidak lolos menjadi calon kepala desa (cakades) Kosik Putih, hasil seleksi panitia pilkades. Kemudian, merembet pada menggelar aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Paluta.

“Selepas aksi itu, atau tepatnya Selasa (12/11/2019) sekira pukul 17.00 Wib, ketiga orang tersebut bersama warga setempat lainnya melakukan pertemuan di kediaman Ju. Hasilnya, mereka sepakat akan kembali berunjuk rasa di kantor Kepala Desa Kosik Putih pada malam harinya,” beber Kapolres.

Sekira pukul 22.00 Wib, 200-an massa termasuk ketiga cakades gagal seleksi tersebut sudah berada serta berhasil menduduki kantor Kepala Desa Kosik Putih. Massa pun secara membabi buta serta leluasa membuka paksa pintu maupun jendela kantor desa sekaligus mengobrak-abrik seisi ruangan kantor.

“Dari keterangan yang kita telusuri, 3 orang warga berinisial UN, RT dan EB adalah orang pertama masuk ke dalam kantor desa dengan cara merusak salah satu jendela. Setelah berada di dalam, ketiganya lalu merusak pintu ruangan tata usaha (TU) yang dijadikan tempat penyimpanan kotak suara,” sebut Irwa.

Ketiga orang itu, menurut Kapolres, lalu mengambil surat suara dari dalam kotak suara, kemudian membawa sekaligus membuangnya ke kolam (rawa-rawa) yang tidak berada jauh dari kantor desa. Diduga, hal itu mereka lakukan karena ingin pemilihan kepala desa (Pilkades) Kosik Putih, urung dilaksanakan.

“Seyogyanya, Pilkades Kosik Putih akan digelar pada Rabu (13/11/2019). Tetapi, perhelatan itu terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan,” tandas Kapolres sembari menyampaikan pihaknya mengamankan kesebelas tersangka pada keesokan harinya, atau Kamis (14/11/2019).

Selain menangkap pelaku, turut disita barang bukti berupa dua buah kotak suara, sepuluh buah bilik suara pilkades, surat suara yang sudah rusak sebanyak 2.380 lembar, dan satu unit handphone. Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 Ayat 1 Jo Pasal 363 Ayat 1 ke 2, 3, 4 Jo Pasal 160 Jo Pasal 55 KUHPidana, dengan ancaman hukuman selambat-lambatnya tujuh tahun penjara. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda